JAKARTA, KOMPAS.com - Mengubah tampilan mobil dengan mengganti pelek bawaan pabrik kerap menjadi opsi paling cepat untuk membuat tongkrongan kendaraan tampil lebih ciamik dan berkarakter.
Namun, khusus bagi para pemilik mobil mewah seperti BMW, langkah modifikasi ini tidak bisa dilakukan secara sembarangan.
Ada harga mahal yang harus dibayar—bukan sekadar harga pelek dan ban baru, melainkan juga potensi kerusakan pada sistem teknis kendaraan dalam jangka panjang.
Asep Kurnia, pemilik bengkel spesialis BMW Esa Motor, di bilangan Ciganjur, Jakarta Selatan, mengatakan, mengganti pelek mobil BMW ada konsekuensinya.
Kendalanya lebih kepada risiko teknis akibat perubahan ukuran.
"Ketika orang mengganti pelek ke diameter yang lebih besar, ukuran bannya otomatis berubah dan harga bannya pun jauh lebih mahal. Selain itu, ada risiko kerusakan pada komponen suspensi," ujar Asep, kepada Kompas.com, belum lama ini.
Beban Tambahan
Asep menjelaskan bahwa para teknisi dan insinyur BMW telah memperhitungkan rasio diameter pelek, ketebalan ban, hingga beban kerja komponen kaki-kaki secara presisi.
Ketika pelek standar diganti dengan ukuran yang jauh lebih besar (upsize berlebihan), bantalan udara pada ban akan semakin tipis.
Alhasil, peredaman terhadap guncangan jalan menjadi berkurang drastis, dan beban kerja tersebut langsung berpindah ke komponen suspensi.
"Contoh kasus yang pernah saya tangani pada BMW X5 F15, pemiliknya memodifikasi pelek menggunakan ring 21 atau ring 22," kata Asep.
"Imbasnya, sistem air suspension (suspensi udara) mobil tersebut menjadi boros dan cepat rusak. Hampir setiap 2 tahun sekali, dia harus datang ke sini untuk mengganti motor pompa suspensinya," ujarnya.
Fungsi dan Karakter Jalan
Lebih lanjut, penggunaan pelek berukuran besar juga akan memengaruhi tingkat kenyamanan berkendara (ride comfort). Karakternya menjadi jauh lebih keras saat melintasi jalanan Indonesia yang tidak semuanya mulus.
Oleh karena itu, bagi para pemilik BMW yang berniat melakukan modifikasi pada area understeer atau kaki-kaki, disarankan untuk tetap berada di batasan aman pabrikan—biasanya maksimal upsize 1 hingga 2 inci dari ukuran standar.
Jika dipaksa melampaui batas, siap-siap saja merogoh kocek lebih dalam untuk menanggung biaya perawatan rutin yang merembet ke mana-mana.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang