Profil Marina Budiman, Pengusaha Data Center yang Masuk Daftar 10 Orang Terkaya di Indonesia

Profil Marina Budiman, Pengusaha Data Center yang Masuk Daftar 10 Orang Terkaya di Indonesia

KOMPAS.com – Marina Budiman menjadi satu-satunya perempuan yang berhasil masuk dalam daftar 10 orang terkaya di Indonesia versi Forbes per 14 Juli 2026. 

Pengusaha data center ini merupakan co-founder sekaligus Presiden Komisaris PT DCI Indonesia Tbk (DCII), perusahaan pusat data yang menjadi sumber utama kekayaannya.

Kekayaan bersih Marina tercatat mencapai 5,7 miliar dollar AS atau sekitar Rp 102,9 triliun, menempatkannya di peringkat 727 daftar orang terkaya dunia dan peringkat 8 di Indonesia. Tepat satu posisi di atasnya ditempati oleh rekan sekaligus mitra bisnisnya, Otto Toto Sugiri, yang kerap dijuluki "Bill Gates Indonesia". 

Keduanya sama-sama membangun kekayaan dari bisnis pusat data yang terus berkembang seiring meningkatnya kebutuhan infrastruktur digital di Tanah Air. Lantas, bagaimana profil lengkap Marina Budiman?

Profil Marina Budiman

Marina Budiman lahir pada 1961 dan dikenal sebagai salah satu pengusaha teknologi paling berpengaruh di Indonesia. Ia menempuh pendidikan tinggi di University of Toronto, Kanada, dengan konsentrasi ekonomi dan keuangan, sebelum kembali ke Indonesia dan memulai karier di dunia bisnis teknologi.

Langkah pertama Marina di industri teknologi dimulai ketika ia bergabung dengan Bank Bali pada 1985, tempat ia pertama kali bertemu Otto Toto Sugiri yang kelak menjadi mitra bisnisnya selama puluhan tahun. 

Empat tahun kemudian, pada 1989, Marina bergabung dengan perusahaan teknologi informasi Sigma Cipta Caraka yang didirikan Otto bersama sejumlah rekan mantan karyawan Bank Bali.

Tonggak bersejarah dalam karier Marina adalah ikut mendirikan Indonet bersama Otto pada 1994, penyedia layanan internet (ISP) pertama di Indonesia yang memungkinkan masyarakat menjelajahi internet untuk pertama kalinya. Keduanya kemudian melepas kepemilikan saham di Indonet pada 2023.

Puncak perjalanan bisnis Marina tercapai ketika ia bersama Otto Toto Sugiri dan Han Arming Hanafia mendirikan PT DCI Indonesia Tbk (DCII) pada 2011.

Perusahaan ini bertumbuh menjadi pusat data Tier-IV pertama di Asia Tenggara dengan tiga lokasi strategis di Cibitung, Karawang, dan Jakarta.

DCII resmi melantai di bursa saham pada 2021 dengan harga penawaran awal Rp 420 per saham. Nilai saham perusahaan ini terus meningkat seiring waktu, mencerminkan tingginya kepercayaan pasar terhadap prospek bisnis pusat data di Indonesia.

Marina sendiri tercatat sebagai pemegang saham DCII sebesar 22,51 persen, terbesar kedua setelah Otto Toto Sugiri.

Berkat kontribusinya dalam membangun ekosistem data center di Indonesia, Marina Budiman menjadi satu-satunya perempuan yang masuk dalam daftar 10 orang terkaya Indonesia versi Forbes, sebuah pencapaian yang mencerminkan peran besar pengusaha teknologi perempuan dalam perkembangan infrastruktur digital Tanah Air. Sebagaimana dihimpun KompasTekno dari Forbes. 

Dapatkan update berita teknologi dan gadget pilihan setiap hari. Mari bergabung di Kanal WhatsApp KompasTekno.

Caranya klik link https://whatsapp.com/channel/0029VaCVYKk89ine5YSjZh1a. Anda harus install aplikasi WhatsApp terlebih dulu di ponsel.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang