Prabowo: Kritik Boleh, Tapi Jangan Lemahkan Semangat Bangsa

Prabowo: Kritik Boleh, Tapi Jangan Lemahkan Semangat Bangsa

Jakarta, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto menyinggung berbagai narasi yang menyebut Indonesia akan mengalami keruntuhan atau collapse. Ia mengatakan prediksi tersebut terus muncul dari waktu ke waktu, tetapi tidak terbukti hingga saat ini.

Hal itu disampaikan Prabowo dalam pidatonya pada peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-28 Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengingatkan agar kritik terhadap pemerintah tidak berubah menjadi upaya melemahkan moral bangsa.

Prabowo menegaskan Indonesia merupakan negara demokrasi yang memberikan ruang bagi kritik. Namun, menurutnya, kritik harus dibedakan dengan upaya menjatuhkan atau menyebarkan hal-hal yang dapat merugikan negara.

Ia kemudian mengibaratkan kondisi Indonesia seperti sebuah kesebelasan yang sedang bertanding. Menurutnya, masyarakat yang mendukung negaranya seharusnya memberikan semangat, bukan justru membuat pemain kehilangan kepercayaan diri ketika pertandingan belum selesai.

“Jadi saudara-saudara kita paham ada kampanye besar untuk kita goyah. Indonesia akan collapse bulan April akan collapse, eh April lewat nggak collapse. Bulan Mei akan collapse, bulan Mei lewat nggak collapse. Bulan Juni akan collapse, bulan Juli akan collapse, tiap bulan akan collapse,” kata Prabowo di JCC, Jakarta, Kamis (23/7/2026).

Prabowo menyebut berbagai prediksi tersebut tidak terbukti dan meminta masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh narasi yang menurutnya bertujuan melemahkan keyakinan terhadap Indonesia.

Ia menyampaikan analogi mengenai sebuah pertandingan sepak bola. Menurutnya, seorang suporter seharusnya memberikan dukungan ketika tim yang dibelanya sedang berjuang.

“Saudara-saudara kita kalau kita cinta sama satu kesebelasan umpamanya ya, kesebelasan kita lagi main sepak bola, bener nggak? Dia lagi bertarung, dia lagi bertanding di lapangan kita kan sebagai suporter ya kan, ayo, ayo maju,” ujar Prabowo.

Menurutnya, tidak tepat apabila ada pihak yang justru memberikan tekanan atau memperburuk kondisi ketika pertandingan masih berlangsung. “Aduh tapi jangan turunkan moril dong orang lagi bertanding di situ. Nanti gol masuk, nanti kamu kalah, nanti kamu kalah. Ini suporter macam apa? Suporter gendeng,” katanya.

Prabowo menegaskan pemerintah tidak menutup diri terhadap kritik karena kritik merupakan bagian dari demokrasi. Namun, ia mengatakan kritik harus tetap berada dalam koridor yang membangun.

“Kita negara demokrasi, kita tidak antikritik, tapi kita bukan anak kecil,” ujar Prabowo.

Dalam pidatonya, Prabowo juga menyinggung adanya pihak yang menurutnya lebih memilih mengabdi kepada kepentingan bangsa lain. Ia mengaitkan hal tersebut dengan istilah “Londo Ireng” yang pernah digunakan pada masa perjuangan kemerdekaan.

Prabowo menyebut pihak-pihak tersebut kini dapat muncul dalam berbagai latar belakang, termasuk sebagai pengamat, jurnalis, maupun organisasi masyarakat sipil.

“Wartawan, jurnalis, apa itu pengamat, LSM. LSM harus kita tanya yang gaji lo siapa? Yang bayar listrikmu siapa? Yang bayar handphone-mu siapa? Cari pekerjaan susah kita tahu kan?” ujar Prabowo.

Ia menegaskan pemerintah tetap akan berjalan menjalankan tugasnya selama berada di jalur yang diyakini benar. Menurutnya, Indonesia harus tetap menjaga persatuan dan keyakinan dalam menghadapi berbagai tantangan.