Pesan Megawati untuk pemuda Indonesia memperingati 30 tahun Kudatuli

Pesan Megawati untuk pemuda Indonesia memperingati 30 tahun Kudatuli

Presiden kelima RI, Megawati Soekarnoputri menuliskan pesan bagi generasi muda Indonesia dalam peringatan 30 tahun Kerusuhan 27 Juli atau Kudatuli di Ruang Museum Koleksi, Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (21/7/2026). ANTARA/HO-PDIP

Pesan Megawati untuk pemuda Indonesia memperingati 30 tahun Kudatuli

Selasa, 21 Juli 2026 21:41 WIB

Image Print
Presiden kelima RI, Megawati Soekarnoputri menuliskan pesan bagi generasi muda Indonesia dalam peringatan 30 tahun Kerusuhan 27 Juli atau Kudatuli di Ruang Museum Koleksi, Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (21/7/2026). ANTARA/HO-PDIP
Presiden kelima RI, Megawati Soekarnoputri menuliskan pesan bagi generasi muda Indonesia dalam peringatan 30 tahun Kerusuhan 27 Juli atau Kudatuli di Ruang Museum Koleksi, Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (21/7/2026). ANTARA/HO-PDIP

Jakarta (ANTARA) - Presiden kelima RI, Megawati Soekarnoputri secara khusus menitipkan pesan mendalam yang ditujukan bagi generasi muda Indonesia dalam peringatan 30 tahun Kerusuhan 27 Juli atau Kudatuli.

Megawati memandang anak muda Indonesia harus memiliki empat nilai yang harus menjadi pedoman, demi mewujudkan cita-cita bangsa ke depan.

Pesan itu dituliskan Megawati usai melihat pameran sejarah dan arsip foto ‘Meretas Jalan Demokrasi’ di Ruang Museum Koleksi, Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta Pusat, Selasa.

Berikut pesan Megawati yang ditujukan bagi anak muda Indonesia dan warga negara Indonesia:

“Anak Muda Indonesia, INGAT!! Keyakinan, Keteguhan, Keberanian, Kesabaran HARUS selalu ada dalam sanubarimu. 4 INI jadi 1 yang disebut: KEBENARAN PASTI MENANG (Satyam Eva Jayate)”.

“Untuk WARGA NEGARA INDONESIA: Warganegara mempunyai HAK yang sama di mata HUKUM!!!”

“Megawati Soekarnoputri - Presiden ke V RI. Selasa, 27/7/2026.”

Saat Megawati menulis pesan itu, Prananda, Hasto dan jajaran pengurus DPP PDIP dengan sabar menunggu diselesaikannya tulisan tersebut. Lalu, Megawati dan Prananda berpose foto dengan latar belakang pesan dari putri Bung Karno tersebut.

Sebelum memulai menggoreskan pesan tersebut, Megawati meminta diambilkan dingklek atau tangga pendek karena ingin menulis di bagian atas.

Prananda Prabowo pun terlihat memegang punggung sang Ibundanya dari belakang, saat Megawati mulai menggoreskan pena berwarna putih, menulis di sisi bagian atas.

Saat memberi keterangan pers, Megawati mengungkapkan alasan diri menulis pesan mendalam bagi anak muda Indonesia dengan mencantumkan Presiden Kelima RI, bukan sebagai Ketua Umum PDI Perjuangan.

“Karena yang mestinya nanti membawa sejarah bangsa ini ya kalian ini loh, nih muda-muda ini! Tolong jangan melongo! Mikir! Dan masukkan ke dalam hati sanubari bahwa saya adalah orang Indonesia dan saya punya harga diri untuk menjadi Indonesia,” tegas Megawati.

Sebelum menuliskan pesan tersebut, Megawati yang didampingi oleh putranya yang juga Ketua DPP PDIP M. Prananda Prabowo menyempatkan diri untuk menonton tayangan video terkait peristiwa penyerangan kantor DPP PDI pada 27 Juli 1996.

Saat menonton Megawati turut didampingi para jajaran pengurus DPP PDIP, pemikir kebhinekaan Sukidi dan seniman Butet Kartaredjasa.

Selama tayangan video berdurasi lebih 30 menit itu, Megawati tampak memerhatikan secara serius tiap cuplikan gambar. Ia juga terharu saat menyaksikan para pendukungnya mendapat kekerasan saat peristiwa Kudatuli.