Pacar Lamine Yamal, Ines Garcia, menanggapi pesan-pesan ‘penuh kebencian’ yang diterimanya di tengah perayaan Piala Dunia bersama bintang muda Barcelona dan Spanyol tersebut

Pacar Lamine Yamal, Ines Garcia, menanggapi pesan-pesan ‘penuh kebencian’ yang diterimanya di tengah perayaan Piala Dunia bersama bintang muda Barcelona dan Spanyol tersebut

Ines Garcia dengan penuh semangat menyuarakan penolakannya terhadap pelecehan daring yang parah yang dialaminya pasca kemenangan Spanyol di Piala Dunia baru-baru ini. Pasangan Lamine Yamal ini menggunakan media sosial untuk menghimbau para pengikutnya agar menunjukkan empati dasar sebagai sesama manusia, sambil menjelaskan beban emosional yang sangat berat akibat arus pesan-pesan menghina yang tak henti-hentinya, yang telah memengaruhi kehidupan sehari-harinya saat ia berusaha merayakan hubungannya.

  • Menyuarakan penolakan terhadap pelecehan daring

    Paparan media dalam sepak bola profesional sering kali meluas hingga ke pasangan para pemain ternama yang turut menjadi sorotan. Garcia, seorang influencer gaya hidup yang mengumumkan hubungannya dengan Yamal ke publik pada awal tahun 2026, baru-baru ini mengalami sisi gelap dari perhatian besar ini menyusul kemenangan bersejarah Spanyol di Piala Dunia.

    Menurut Marca, Garcia memutuskan untuk menggunakan akun media sosial pribadinya guna segera menanggapi pelecehan digital yang parah yang diterimanya sejak merayakan kemenangan dramatis 1-0 atas Argentina di babak perpanjangan waktu.

    Dia membagikan pesan panjang dan tulus yang merinci dampak berat dari permusuhan yang tidak beralasan tersebut terhadap kesehatan mentalnya. "Saya tidak pernah menyangka bahwa membagikan sesuatu yang begitu sederhana akan berubah menjadi seperti ini. Saya telah menghabiskan berjam-jam membaca komentar-komentar tersebut dan, meskipun saya berusaha untuk tetap kuat, saya juga seorang manusia. Di balik akun ini ada seseorang yang memiliki perasaan, yang menangis, yang membuat kesalahan, dan yang tidak berhenti menjadi manusia hanya karena menjalin hubungan," kata Garcia.

  • FBL-WC-2026-MATCH104-ESP-ARG-FINAL-TROPHY
    AFP

    Seruan untuk empati dasar sebagai manusia

    Reaksi negatif di dunia maya baru-baru ini sangat kontras dengan suasana penuh kegembiraan yang terlihat di Stadion New York New Jersey setelah final yang menegangkan itu. Selama perayaan pasca-pertandingan tersebut, Garcia dengan bangga mengunggah foto pasangan itu yang tenggelam dalam suasana kemenangan, sambil berkata kepada Yamal, "Kamu berhasil. Selamat, cintaku, kamu adalah juara dunia."

    Yamal membalas dengan hangat, “Aku mencintaimu, sayangku.” Kini, sambil menegaskan bahwa ia tidak menyimpan dendam terhadap masyarakat luas, Garcia menyatakan bahwa ia hanya ingin menjalani hubungannya yang menjadi sorotan publik tanpa harus menghadapi kekejaman digital yang terus-menerus.

    "Aku mengerti bahwa tidak semua orang harus menyukai semua orang. Aku mengerti kritik asalkan disampaikan dengan hormat. Namun, ada perbedaan besar antara menyampaikan pendapat dan menghabiskan waktu untuk mempermalukan, menghina, atau mendoakan hal terburuk pada seseorang yang bahkan tidak mereka kenal," jelas Garcia. "Aku tidak menyakiti siapa pun. Aku tidak mengambil apa pun dari siapa pun. Aku hanya menjalani hidupku. Saya sungguh-sungguh meminta kepada Anda agar sebelum menulis komentar, pikirkanlah bahwa di balik layar itu ada seseorang yang juga memiliki keluarga, teman, rasa tidak aman, dan perasaan.”

  • Dampak emosional media sosial

    Menyoroti kerentanan emosionalnya, Garcia mendesak adanya perubahan signifikan dalam cara orang berinteraksi di internet, sambil menyoroti betapa meluasnya penyalahgunaan tersebut. Tindakan beracun ini telah sepenuhnya menutupi fakta bahwa banyak penggemar setia menganggap Garcia sebagai jimat keberuntungan Yamal.

    Meskipun ribuan pendukung memuji pasangan populer ini karena berhasil melewati tantangan berat akibat ketenaran mendadak, sekelompok minoritas yang vokal telah menimbulkan penderitaan yang signifikan selama periode yang seharusnya menjadi momen perayaan. "Kalian tidak tahu bagaimana kata-kata kalian dapat memengaruhi mereka. Saya adalah seorang wanita yang memiliki perasaan, dengan keluarga yang juga membaca hal-hal tersebut, dan dengan hari-hari baik dan buruk, seperti orang lain pada umumnya," tambah Garcia.

    “Saya tidak berusaha meyakinkan siapa pun untuk mencintai saya. Saya hanya meminta sedikit empati. Sedikit kemanusiaan. Karena tidak ada seorang pun yang pantas menerima ratusan atau ribuan pesan kebencian. Saya berharap suatu hari nanti internet tidak lagi terasa seperti tempat di mana kekejaman dirayakan.”

  • SUKA CERITA INI?

    Tambahkan GOAL.com sebagai sumber pilihan di Google untuk melihat lebih banyak liputan kami

  • yamal
    (C)Getty Images

    Apa yang akan terjadi selanjutnya bagi Yamal?

    Sementara Garcia berharap terjadi perubahan permanen menuju sikap penuh belas kasih di dunia maya, Yamal akan tetap memusatkan perhatiannya sepenuhnya pada karier sepak bolanya. Setelah meraih dua gelar internasional besar sebelum menginjak usia 20 tahun, termasuk kesuksesannya baru-baru ini saat berusia 19 tahun dan enam hari, Yamal akan segera kembali bergabung dengan Barcelona. Barcelona memiliki harapan yang tinggi saat mereka bersiap menghadapi kompetisi domestik yang akan datang.