Penyerang Spanyol, Nico Williams, mendedikasikan kemenangan bersejarah La Roja di final Piala Dunia atas Argentina kepada "idolanya", Neymar. Bintang Athletic Club itu memberikan umpan kunci pada babak perpanjangan waktu yang berujung pada gol penentu kemenangan Ferran Torres di New York New Jersey Stadium, sehingga memastikan negaranya meraih gelar juara dunia kedua dan menyamai rekor Prancis serta Uruguay.
La Roja memastikan kemenangan
Juara Eropa itu berhasil merebut gelar tertinggi setelah mengalahkan lawan yang hanya bermain dengan sepuluh pemain pada babak perpanjangan waktu. Tim asuhan Luis de la Fuente tampil sangat dominan sepanjang pertandingan, melepaskan total 20 tembakan melawan Argentina yang bermain sangat defensif, yang hanya mampu melepaskan tiga tembakan. Masuk sebagai pemain pengganti pada babak kedua, Williams langsung memberikan dampak signifikan bagi lini depan Spanyol saat mereka tanpa henti menggempur Albiceleste yang gigih.
-
Getty Images Sport Williams memuji idola sepak bolanya
Pemain berusia 24 tahun itu tak bisa menyembunyikan kegembiraannya setelah peluit akhir dibunyikan dan, secara mengejutkan, mendedikasikan trofi terbesar dalam sepak bola ini kepada pemain nomor 10 Brasil, yang tersingkir di babak 16 besar bersama Selecao. Saat berbicara kepada Caze TV, Williams mengatakan: "Sangat senang, bagi saya ini adalah hal terindah. Saya mengidolakan Neymar, saya harap dia menonton kami, ini juga untuknya."
Torres mengukir kemenangan bersejarah
Pertandingan final yang sengit di bawah terik matahari itu mulai sangat menguntungkan pihak pemenang tepat sebelum babak tambahan, setelah Enzo Fernandez diusir dari lapangan akibat pelanggaran ceroboh terhadap Pau Cubarsi. Terobosan akhirnya terjadi pada awal babak perpanjangan waktu kedua ketika Williams menerobos dari sayap dan menyundul bola dengan brilian ke arah mantan penyerang Manchester City, Ferran Torres, yang kemudian mencetak gol dengan penyelesaian yang klinis. Williams sendiri sebenarnya sudah mencetak gol lebih awal dalam pertandingan tersebut, namun gol tersebut dianulir karena pelanggaran yang dilakukan Mikel Merino terhadap Nicolas Otamendi.
-
Getty Images Sport Apa yang akan terjadi selanjutnya?
Kemenangan ini menandai La Roja sebagai negara pertama yang mencatatkan sejarah dengan memegang gelar juara dunia putra dan putri secara bersamaan. Skuad muda yang diisi talenta-talenta luar biasa seperti Lamine Yamal diproyeksikan akan mempertahankan dominasi mereka menjelang siklus turnamen berikutnya setelah jeda internasional. Sementara itu, fokus Williams akan segera beralih kembali ke tugas-tugas klubnya bersama Athletic Club, namun tidak sebelum ia menikmati liburan yang memang pantas ia dapatkan.
SUKA CERITA INI?
Tambahkan GOAL.com sebagai sumber pilihan di Google untuk melihat lebih banyak liputan kami