Niat Hati Tolong Pemotor Mogok, Mahasiswa di Tarakan Malah Jadi Korban Perampasan dan Penikaman

Niat Hati Tolong Pemotor Mogok, Mahasiswa di Tarakan Malah Jadi Korban Perampasan dan Penikaman

TARAKAN, KOMPAS.com – Seorang mahasiswa di Kota Tarakan, Kalimantan Utara, menjadi korban penikaman orang tak dikenal di Jalan Gunung Selatan, Kelurahan Kampung Satu Skip, Kecamatan Tarakan Tengah, Kota Tarakan.

Mahasiswa tersebut pulang dalam kondisi perut terluka, sehingga keluarganya segera melarikannya ke rumah sakit untuk perawatan intensif.

"Kejadian tersebut dilaporkan oleh ibu korban. Peristiwanya di hari Rabu (22/7/2026) sekitar pukul 23.20 Wita," ujar Kasi Humas Polres Tarakan, Iptu Rusli melalui pesan tertulis, Jumat (24/7/2026).

Berdasarkan laporan yang diterima polisi, peristiwa tersebut terjadi saat korban hendak pulang ke rumah.

Berniat Menolong

Dalam perjalanan di kawasan Gunung Selatan, korban melihat sepasang laki-laki dan perempuan yang motornya diduga mengalami mogok. Korban kemudian berinisiatif membantu mendorong kendaraan tersebut.

"Tidak lama kemudian, korban didatangi oleh orang yang tidak dikenal yang diduga melakukan aksi pencurian dengan kekerasan. Pelaku mengambil 1 unit telepon genggam iPhone 13 warna putih, serta dompet berisi uang tunai sebesar Rp 3.740.000," tulisnya.

Setelah mengambil barang-barang milik korban, pelaku juga diduga melakukan penganiayaan dengan menikam perut sebelah kiri korban menggunakan senjata tajam serta memukul kepala korban.

Korban berhasil pulang ke rumah dalam keadaan terluka. Keluarga segera memberikan pertolongan dan melaporkan kejadian tersebut ke polisi. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian materiil sekitar Rp 9.740.000.

Polisi Bikin Tim Kejar Pelaku

Menindaklanjuti kejadian tersebut, petugas segera mendatangi dan mengamankan lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Tim identifikasi mengumpulkan barang bukti yang berkaitan dengan peristiwa tersebut, mendokumentasikan kondisi TKP, serta melakukan pemeriksaan awal guna memperoleh petunjuk yang dapat membantu proses penyelidikan.

Selain itu, penyidik juga telah meminta keterangan dari pelapor, korban, maupun sejumlah saksi yang mengetahui atau berada di sekitar lokasi kejadian guna mengidentifikasi pelaku.

"Dalam upaya pengungkapan perkara, Satreskrim Polres Tarakan telah membentuk tim untuk melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap pelaku," tegas Rusli.

Polres Tarakan juga mengoptimalkan kegiatan patroli di lokasi rawan terjadinya pencurian dengan kekerasan (curas).

"Kami mengimbau masyarakat yang memiliki informasi terkait kejadian tersebut agar segera melaporkannya kepada Polres Tarakan atau kantor kepolisian terdekat. Partisipasi masyarakat sangat membantu dalam mempercepat proses pengungkapan pelaku sehingga dapat segera diproses sesuai hukum yang berlaku," kata Rusli.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang