Keluarga Muhroji Tinggalkan Sentir Usai 20 Tahun Menanti Terangnya Listrik PLN

Keluarga Muhroji Tinggalkan Sentir Usai 20 Tahun Menanti Terangnya Listrik PLN

UNGARAN, KOMPAS.com – Penantian panjang keluarga Muhroji (73) dan Munarti (65) akan hadirnya listrik di rumah mereka akhirnya membuahkan hasil.

Aliran listrik yang dinanti selama 20 tahun akhirnya menerangi rumah yang berada di Gembongsari RT 2/RW 1, Desa Pledokan, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang tersebut. Setelah dilakukan survei, petugas PLN langsung melakukan pemasangan instalasi listrik pada Kamis (23/7/2026).

"Saya kira masih lama, ternyata listriknya langsung dipasang oleh PLN," kata Munarti, Jumat (24/7/2026).

Ada dua lampu yang terpasang, di teras dan ruang tamu. Selain itu, ada juga stopkontak untuk keperluan lain.

"Senang sekali sudah ada lampunya, tidak perlu lagi menyalakan sentir," ungkapnya.

Munarti mengatakan, setelah kisah keluarganya ramai diperbincangkan, petugas PLN bersama Pemerintah Desa Pledokan dan Camat Sumowono langsung merespons dengan datang ke rumahnya.

"Biaya pemasangan gratis, terima kasih kepada pemerintah yang telah membantu, kami sekeluarga bersyukur atas bantuannya," paparnya.

Minyak Goreng untuk Memasak, Bukan Lagi untuk Lampu Sentir

Setelah listrik terpasang, Munarti mengatakan akan meninggalkan sentir yang telah setia menemaninya setiap malam.

"Minyak gorengnya nanti untuk memasak, tidak untuk sentir lagi," ujarnya sembari tersenyum.

Anak Munarti, Muhammad Tejo Pramono (16) yang masih kelas IX SMP, juga mengaku senang dengan adanya listrik di rumahnya. Dia menyatakan hal tersebut menambah semangatnya untuk belajar.

"Cahaya sentir kan tidak stabil, kalau membaca buku penerangannya minim. Kalau sekarang sudah ada lampu, bisa lebih terang," kata Tejo.

Selain itu, Tejo juga mengatakan untuk charger ponsel miliknya kini tidak perlu lagi menumpang ke kerabat yang tinggal di permukiman Desa Pledokan.

"Senang akhirnya lihat lampu di rumah, bisa bikin betah. Kalau belum ada lampu, sering main ke rumah teman," ungkapnya.

Respons Cepat Setelah Viral dan Instruksi Bupati

Sementara Kepala Desa Pledokan Alimin mengatakan, upaya pemasangan listrik di rumah keluarga Muhroji telah dilakukan sejak 2021, namun terkendala persoalan teknis.

"Setelah viral dan Bupati Semarang mengetahui, memerintahkan Camat Sumowono untuk berkoordinasi dengan PLN," ungkapnya.