30 Murid Baru SLBN Sumbawa Dibekali Keterampilan Khusus

30 Murid Baru SLBN Sumbawa Dibekali Keterampilan Khusus

SUMBAWA, KOMPAS.com - Suasana penuh warna, tawa, dan kehangatan menyelimuti Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) 1 Sumbawa di awal tahun ajaran baru 2026/2027.

Kepala Sekolah Sri Wahyuni beserta jajaran guru menyambut langsung kedatangan para siswa di gerbang sekolah. Ia menyapa satu per satu, menyambut dengan gembira 30 murid baru yang akan memulai perjalanan pendidikan mereka.

Murid baru itu terdiri dari 24 siswa jenjang Sekolah Dasar (SD) dan 6 siswa jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) dengan beragam kebutuhan khusus.

Para orangtua mengantar anak hanya sampai di gerbang sekolah. Ayah dan Ibu wali murid memberikan kepercayaan penuh dalam mendidik anak di sekolah tersebut kepada para guru.

Rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dirancang bukan sebagai serangkaian aturan kaku, melainkan jembatan kasih sayang agar setiap anak merasa diterima, dicintai, dan bangga menjadi bagian dari keluarga besar sekolah ini.

“Iya. Salam Sapa Murid Baru. Bapak dan ibu guru menyambut kedatangan setiap anak dengan tangan terbuka, senyum tulus, dan balon warna-warni. Balon itu bukan sekadar mainan, melainkan simbol kebahagiaan, semangat muda, serta harapan besar kami,” kata Sri Wahyuni saat dikonfirmasi Jumat (17/7/2026).

Suasana semakin hidup lewat pertemuan pagi ceria, di mana seluruh warga sekolah bergerak bersama mengikuti irama Senam Anak Indonesia Hebat serta Senam Berkah Bahagia—kreasi khas SLBN 1 Sumbawa.

“Kami miliki kekhususan dalam pembelajaran yaitu netra, bicara dan pendengaran (tuli wicara), intelektual (grahita), fisik (daksa), perilaku (autis),” sebut Sri Wahyuni.

Beberapa guru bahkan dengan penuh kelembutan menggendong siswa yang belum mampu bergerak mandiri, mengajak mereka ikut berayun mengikuti irama musik.

Di momen ini, kesabaran ekstra benar-benar menjadi kekuatan utama para pendidik, memastikan tidak ada satu pun anak yang tertinggal dalam kebersamaan itu.

Setelahnya, para siswa baru diajak berkeliling mengenali setiap sudut sekolah, mulai dari halaman depan hingga area belakang.

Mereka diperkenalkan pada berbagai ruang dan fasilitas, termasuk gedung perpustakaan yang memadai—sebuah ruang harapan yang kelak akan menjadi tempat menggali ilmu disesuaikan dengan kebutuhan belajar masing-masing anak.

Setelah berkeliling, seluruh anak berkumpul kembali di kelas untuk beristirahat sambil menikmati makan siang sehat dari bekal yang dibawa dari rumah.

Di sela waktu makan, mereka belajar membiasakan pola hidup sehat sekaligus mempererat persahabatan.

Setiap jeda kegiatan selalu diselingi dengan yel-yel ceria dan ice breaking, yang perlahan meluruhkan rasa malu serta menumbuhkan kepercayaan diri.