Menua dengan Harapan: Cara Jakarta Membangun Kota Ramah Lansia

Menua dengan Harapan: Cara Jakarta Membangun Kota Ramah Lansia

JAKARTA – Di balik hingar-bingar pembangunan fisik, Pemerintah Provinsi (pemprov) DKI Jakarta tengah menaruh perhatian besar pada kelompok yang sering terlupakan, salah satunya penduduk lanjut usia (lansia). Dengan populasi lansia yang kini mencapai 1,1 juta jiwa, Pemprov DKI berkomitmen memastikan masa tua mereka di ibu kota bukan sekadar tentang bertahan hidup, melainkan tentang memiliki harapan.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan bahwa kemajuan sebuah kota tidak bisa hanya dihitung dari megahnya gedung pencakar langit. Keberhasilan pembangunan harus tercermin dari bagaimana pemerintah melindungi kelompok rentan.

“Lansia di Jakarta ini jumlahnya kurang lebih 1,1 juta, atau 10 persen dari jumlah penduduk Jakarta 11 juta. Dengan demikian Jakarta memang memberikan perhatian sungguh-sungguh,” ujarnya saat menghadiri Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) ke-30 di Ancol, Selasa (14/7/2026).

Pramono menekankan kehadiran negara bagi lansia bukan sekadar bantuan tunai, tetapi memberikan alasan bagi mereka untuk tetap semangat menjalani hari.

"Yang paling penting adalah lansia di Jakarta ini merasa ada hope, ada harapan. Lansia di DKI Jakarta ini memang mendapatkan banyak sekali perhatian dari Pemerintah DKI Jakarta," tambahnya.

Salah satu bentuk perlindungan tersebut diwujudkan melalui Program Kartu Lansia Jakarta (KLJ). Lewat program ini, penerima bantuan akan memperoleh bantuan tunai, fasilitas transportasi umum gratis, layanan kesehatan tanpa biaya di fasilitas kesehatan milik Pemprov DKI Jakarta, akses pangan bersubsidi, hingga kesempatan mengikuti Sekolah Lansia agar tetap aktif dan produktif.

Menurut Pramono, berbagai program tersebut merupakan bagian dari upaya mewujudkan Jakarta sebagai kota ramah lansia menjelang usia lima abad pada 2027. Ia menilai, seseorang yang memiliki harapan akan lebih bersemangat menjalani hidup. Karena itu, pemerintah berupaya memastikan lansia tetap memperoleh layanan dasar, ruang untuk beraktivitas, dan dukungan sosial.

Melampaui bantuan tunai

Program Kartu Lansia Jakarta (KLJ) menjadi ujung tombak. Hingga pertengahan 2026, sebanyak 168.497 lansia telah menerima bantuan tunai sebesar Rp300.000 per bulan melalui rekening Bank Jakarta. 

Pramono mengatakan, perhatian terhadap lansia tidak berhenti pada bantuan sosial. Pemprov DKI Jakarta juga memberikan layanan transportasi gratis di seluruh moda transportasi yang dikelola pemerintah daerah, seperti MRT Jakarta, LRT Jakarta, Transjakarta, dan JakLingko.

Di sektor kesehatan, lansia dapat mengakses layanan di 31 rumah sakit, 44 puskesmas, dan 292 puskesmas pembantu milik Pemprov DKI Jakarta. Tidak hanya itu, Pemprov DKI juga terus mendorong lansia untuk rutin menjalani pemeriksaan kesehatan.

"Kalau waktunya check up, tolong check up. Sudah gratis masa enggak mau check up," tuturnya.

Untuk membuat lansia tetap aktif dan produktif, Pemprov DKI Jakarta memiliki 78 Sekolah Lansia yang saat ini diikuti sekitar 2.278 peserta. Program tersebut menjadi ruang belajar sekaligus wadah bersosialisasi bagi lansia.

Pramono juga berjanji mencarikan lokasi baru sebagai pusat kegiatan lansia setelah lokasi sebelumnya digunakan untuk penyelenggaraan Sekolah Rakyat.

Tantangan validasi data

Untuk memastikan bantuan KLJ  tepat sasaran, Kepala Dinas Sosial DKI Jakarta, Iqbal Akbarudin, menjelaskan bahwa kini pemerintah menggunakan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

“Penerima baru dipilih dari DTSEN desil terendah,” jelas Iqbal, Jumat (17/7/2026).