Pantau - Gunung Semeru di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, mengalami dua kali erupsi pada Kamis pagi dengan visual letusan tidak teramati, sementara aktivitas vulkaniknya masih didominasi gempa letusan atau erupsi.
Pada periode pengamatan Kamis pukul 00.00-06.00 WIB, tercatat 19 kali gempa letusan atau erupsi dengan amplitudo 13-22 milimeter, tujuh kali gempa embusan dengan amplitudo 3-6 milimeter, satu kali gempa harmonik dengan amplitudo 7 milimeter, serta satu kali gempa tektonik jauh dengan amplitudo 18 milimeter.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru Liswanto mengatakan, "Aktivitas kegempaan juga tercatat Gunung Semeru mengalami 1 kali harmonik dengan amplitudo 7 mm dan 1 kali gempa tektonik jauh dengan amplitudo 18 mm."
Gempa Letusan Masih Mendominasi
Pada pengamatan Rabu (22/7) pukul 00.00-24.00 WIB, Gunung Semeru juga mencatat 77 kali gempa letusan atau erupsi dengan amplitudo 10-22 milimeter.
Liswanto mengatakan, "Selama 24 jam juga terjadi 6 kali gempa guguran, 12 kali gempa embusan dan 2 kali harmonik dengan amplitudo 6-7 mm, dengan lama gempa 49-81 detik."
Gunung Semeru tercatat mengalami erupsi pada pukul 00.29 WIB dan 05.48 WIB dengan visual letusan tidak teramati.
Masyarakat Diminta Patuhi Rekomendasi
Saat ini Gunung Semeru berstatus Level III atau Siaga.
Liswanto menjelaskan masyarakat dilarang melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak atau pusat erupsi.
Di luar kawasan tersebut, masyarakat juga diminta tidak beraktivitas dalam jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terdampak perluasan awan panas dan aliran lahar hingga 17 kilometer dari puncak.
Ia mengatakan, "Masyarakat dilarang beraktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah/puncak Gunung Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar)."
Liswanto juga meminta masyarakat mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, Besuk Sat, serta anak-anak sungai yang berhulu di Gunung Semeru.