PURWOKERTO, KOMPAS.com - Video dan foto seorang mahasiswa Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) Telkom University Purwokerto yang menjalani sidang tugas akhir dengan riasan khas black metal, viral di media sosial.
Di balik penampilan yang mencuri perhatian itu, tersimpan penelitian mengenai perjalanan Band Santet, grup black metal legendaris asal Banyumas.
Mahasiswa tersebut adalah Ragatama Ar-Rauf Rahmaputra. Ia mengangkat tugas akhir berjudul Perancangan Buku Komik Dokumenter Perjalanan Band Santet sebagai Artefak Visual.
Raga mengatakan, ia memilih Band Santet sebagai objek penelitian karena menilai grup musik tersebut memiliki nilai sejarah dan budaya yang layak didokumentasikan.
"Band Santet memiliki nilai historis dan budaya. Menurut saya, perjalanan mereka layak diangkat dalam sebuah dokumentasi," kata Raga kepada wartawan, Sabtu (11/7/2026).
Ia kemudian memilih media buku komik dokumenter untuk menyajikan hasil risetnya. Menurutnya, komik dinilai mampu menjadi medium yang menarik untuk memperkenalkan perjalanan Band Santet kepada masyarakat.
Dalam proses penyusunan tugas akhir, Raga menghabiskan sekitar tiga bulan untuk melakukan riset, mulai dari observasi, pengumpulan data, hingga wawancara langsung dengan personel Band Santet. Setelah itu, ia membutuhkan sekitar dua bulan untuk merancang buku komik dokumenter tersebut.
Saat sidang berlangsung, Raga tampil menggunakan corpse paint, riasan wajah yang identik dengan penampilan Band Santet saat manggung.
"Saya menggunakan corpse paint untuk merepresentasikan Band Santet yang memang identik dengan penampilan tersebut saat manggung," ujarnya.
Ia mengaku tidak menyangka dokumentasi sidangnya menyebar luas di berbagai platform media sosial.
"Saya kaget dan enggak nyangka karena tiba-tiba ramai. Rasanya seperti mimpi," katanya.
Meski demikian, Raga berharap perhatian publik tidak hanya tertuju pada penampilannya saat sidang, tetapi juga pada proses riset serta pesan yang ingin disampaikan melalui karyanya.
Masuk metode pembelajaran
Sementara itu, Kepala Program Studi DKV Telkom University Purwokerto Galih Putra Pamungkas menjelaskan, penggunaan kostum atau cosplay yang disesuaikan dengan objek penelitian memang menjadi bagian dari metode pembelajaran dalam sidang tugas akhir.
Menurut dia, pendekatan tersebut telah diterapkan sekitar tiga tahun terakhir untuk membantu mahasiswa lebih memahami objek yang diteliti.
"Cosplay memang kami wajibkan kepada mahasiswa ketika presentasi tugas akhir. Tujuannya bukan sekadar unik atau mencari perhatian, tetapi agar mahasiswa tidak memiliki jarak dengan objek yang ditelitinya sehingga dapat memahami dan mengomunikasikan hasil penelitiannya secara lebih utuh," kata Galih.