LAMPUNG TIMUR, KOMPAS.com – Polisi menyelidiki kasus dugaan perundungan terhadap seorang siswi sekolah dasar (SD) di Kabupaten Lampung Timur yang videonya viral di media sosial.
Berdasarkan hasil pendalaman sementara, peristiwa itu diduga dipicu saling ejek antarsiswi.
"Hari ini kami memanggil enam siswi SD yang mengetahui peristiwa tersebut untuk dimintai keterangan. Prosesnya masih berjalan," kata Kasatreskrim Polres Lampung Timur Iptu Muhammad Iksir saat dikonfirmasi, Sabtu (18/7/2026).
Iksir mengatakan, pemeriksaan dilakukan dengan pendampingan karena seluruh pihak yang dimintai keterangan masih berstatus anak.
Dalam proses tersebut, polisi melibatkan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA) Kabupaten Lampung Timur, pihak sekolah, serta orang tua para siswi.
"Tentu kami melibatkan banyak pihak, ada dari Dinas PPA Kabupaten Lampung Timur, pihak sekolah, serta orang tua. Dalam proses meminta keterangan juga mereka didampingi," ujarnya.
Diduga dipicu saling ejek
Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, polisi menduga peristiwa itu berawal dari saling ejek antarsiswi.
Meski demikian, penyidik masih mendalami kronologi lengkap serta peran masing-masing pihak yang terlibat.
"Belum karena proses pemeriksaan masih berjalan, mohon bersabar," kata Iksir saat ditanya mengenai motif dan peran para pihak.
Kasus berawal dari video viral
Sebelumnya, video yang memperlihatkan dugaan perundungan terhadap seorang siswi SD di Kabupaten Lampung Timur beredar luas di media sosial.
Dalam video tersebut, korban tampak dikelilingi sejumlah siswi dan diduga mengalami kekerasan fisik, seperti didorong, dijambak, dan ditampar.
Korban terlihat tidak memberikan perlawanan dan beberapa kali merapikan rambutnya setelah diduga ditarik oleh siswi lain.
Kasus tersebut kemudian dilaporkan ke polisi dan kini ditangani Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Lampung Timur.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang