Viral Ayam MBG Diduga Bau, SPPG Kalianyar Cirebon Minta Maaf dan Janji Evaluasi

Viral Ayam MBG Diduga Bau, SPPG Kalianyar Cirebon Minta Maaf dan Janji Evaluasi

CIREBON, KOMPAS.com – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalianyar, Kecamatan Panguragan, Kabupaten Cirebon, akhirnya buka suara terkait temuan menu ayam Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diduga mengeluarkan bau tak sedap hingga viral di media sosial.

Polemik tersebut bahkan berujung pada surat penolakan program MBG yang dilayangkan SDN 1 Gujeg.

Asisten Lapangan SPPG Kalianyar, Curida, mengakui pihaknya menemukan sejumlah ompreng dengan kualitas makanan yang kurang baik setelah menerima laporan dari pihak sekolah.

Ia pun menyampaikan permohonan maaf dan memastikan kejadian tersebut akan menjadi bahan evaluasi.

Akui Ada 63 Ompreng Bermasalah

Curida mengatakan, laporan dari SDN 1 Gujeg diterima pada Rabu (29/7/2026) sekitar pukul 08.30 WIB.

Setelah menerima informasi tersebut, ia langsung mendatangi sekolah dan meminta agar makanan yang diduga bermasalah tidak dibagikan kepada para siswa.

Dari hasil pengecekan, sekitar 63 dari total 170 ompreng ditemukan memiliki menu ayam yang dikeluhkan karena mengeluarkan bau tidak sedap.

Seluruh ompreng yang diduga bermasalah kemudian ditarik untuk diperiksa.

"Hasil pengecekan memang ada beberapa ompreng yang mungkin kualitasnya kurang baik. Sebagai bentuk tanggung jawab, kami sudah menyampaikan permintaan maaf kepada pihak sekolah. Kami janji evaluasi dn perbaiki agar kejadian seperti ini tidak terulang," kata Curida saat ditemui Kompas.com di kantor SPPG Kalianyar, Rabu (5/8/2026).

Singgung Temuan Apel Busuk dan Ulat

Curida juga menanggapi temuan lain yang sebelumnya disampaikan pihak SDN 1 Gujeg, yakni adanya apel busuk dan lauk yang ditemukan ulat.

Ia mengakui kejadian tersebut memang pernah terjadi, tetapi berlangsung beberapa bulan lalu saat Ramadhan.

Saat itu, menu MBG berupa makanan kering yang dilengkapi buah-buahan.

Menurut dia, temuan tersebut diduga terjadi karena ada buah yang lolos dari proses quality control.

Ia menegaskan setiap laporan dari sekolah selalu berusaha ditindaklanjuti secepat mungkin sebagai bentuk tanggung jawab kepada sekolah mitra.

Sebut Ada Miskomunikasi

Terkait surat penolakan MBG dari SDN 1 Gujeg, Curida mengatakan dokumen tersebut baru diterimanya pada Selasa (4/8/2026) sekitar pukul 13.00 WIB, setelah persoalan itu ramai di media sosial.