Ungko hingga Binturong Dilepaskan Kembali ke Habitatnya di Taman Nasional Zamrud Riau

Ungko hingga Binturong Dilepaskan Kembali ke Habitatnya di Taman Nasional Zamrud Riau

PEKANBARU, KOMPAS.com - Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, melepaskan satwa di kawasan konservasi Taman Nasional (TN) Zamrud di Kabupaten Siak, Riau.

Kepala BBKSDA Riau, Suhartono mengatakan, pelepasliaran berbagai jenis satwa itu dilakukan bersama Pemerintah Kabupaten Siak dan Yayasan Arsari Djojohadikusumo.

"Pelepasliaran satwa liar ini  merupakan salah satu bentuk nyata komitmen pemerintah dalam menjaga kelestarian dan memulihkan populasi satwa di habitat alaminya," kata Supartono kepada Kompas.com melalui keterangan tertulis, Sabtu (27/6/2026).

Supartono menjelaskan, satwa yang dilepasliarkan merupakan hasil penyelamatan dan juga penyerahan dari masyarakat. 

Sebelum dikembalikan ke "rumahnya", seluruh satwa ini telah melalui proses karantina, pemeriksaan kesehatan termasuk skrining penyakit zoonosis.

Selain itu, juga berdasarkan penilaian perilaku alaminya di Yayasan Arsari Djojohadikusumo sebelum direkomendasikan untuk dilepasliarkan. 

"Satwa yang dilepasliarkan ada yang dilindungi dan tidak dilindungi," kata Supartono.

Adapun, satwa dilindungi yang dilepasliarkan ada ungko, kucing hutan, kukang, binturong, elang laut dada putih, dan elang brontok.

Sedangkan satwa yang tidak dilindungi yang dilepaskan, yaitu beruk, dan monyet ekor panjang.

"Melalui kegiatan ini, kita berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perlindungan satwa liar dan habitatnya semakin meningkat," kata Supartono.

Dia bilang, keberhasilan konservasi tidak hanya bisa dilakukan oleh BBKSDA Riau dan Kementerian Kehutanan saja, melainkan dukungan dari pemerintah daerah, kepolisian dan pihak swasta.

TN Zamrud merupakan salah satu kawasan konservasi di Provinsi Riau. Kawasan ini memiliki keanekaragaman hayati tinggi dan berfungsi sebagai habitat berbagai jenis satwa liar. 

"Jadi, pelepasliaran satwa di kawasan ini diharapkan dapat mendukung keberlangsungan populasi satwa serta menjaga keseimbangan ekosistem secara berkelanjutan," kata Supartono.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang