Table of Content
1. Pertumbuhan terbaik selalu dibangun dari hubungan yang dekat dengan pelanggan
2. Di balik secangkir kopi, ada perjalanan panjang dari hulu hingga hilir
3. Bisnis yang bertumbuh juga perlu memberi dampak bagi lingkungan dan masyarakat
Selain mengembangkan bisnis, TUKU juga terus menjalankan berbagai program keberlanjutan yang melibatkan komunitas lokal. Salah satunya melalui penanaman lebih dari 13 ribu pohon bersama Yayasan Tanah Air Semesta dan Bumiterra sebagai bagian dari upaya reforestasi di Garut dan Kapuas Hulu.
Di sisi lain, TUKU bekerja sama dengan Waste4Change, DUITIN, dan Envmission untuk mengelola lebih dari 1.124 ton sampah operasional. Limbah kemasan kopi dan krimer bahkan diolah kembali menjadi tas guna pakai oleh UMKM di Gunung Sindur, sekaligus membuka peluang ekonomi bagi puluhan perempuan pengrajin setempat.
Bagi Andanu, seluruh perjalanan tersebut menjadi bentuk rasa syukur atas dukungan yang diberikan para pelanggan selama ini. "Perayaan ini bukan tentang kami lagi, tetapi tentang bagaimana kita semua, sebagai keluarga besar TUKU, membawa cerita ini lebih jauh dan menghadirkan hal-hal baik bagi lebih banyak orang," tuturnya.
Perjalanan sebuah brand tidak hanya ditentukan oleh seberapa besar bisnis yang berhasil dibangun. Hubungan yang erat dengan pelanggan, kepedulian terhadap komunitas, serta komitmen menjaga keberlanjutan menjadi fondasi yang membuat sebuah cerita dapat terus bertahan.
Kalau kamu termasuk penikmat kopi lokal, kisah perjalanan TUKU selama 11 tahun ini bisa menjadi pengingat bahwa secangkir kopi bukan hanya soal rasa, tetapi juga tentang orang-orang dan nilai yang tumbuh bersama di baliknya.