KOMPAS.com - UEFA menyatakan kehilangan kepercayaan terhadap kepemimpinan Presiden FIFA, Gianni Infantino.
Sikap tersebut muncul setelah FIFA mendapat penolakan luas atas rencana menjual sebagian saham komersial Piala Dunia kepada investor ekuitas swasta.
Rencana itu akhirnya dibatalkan pada Jumat (31/7/2026) malam setelah menuai kritik dari berbagai federasi sepak bola.
UEFA menjadi salah satu konfederasi yang paling keras menentang proposal tersebut. Sejumlah federasi bahkan sempat mempertimbangkan memboikot turnamen FIFA sebagai bentuk protes.
Penolakan juga datang dari internal FIFA. Carlos Cordeiro, penasihat lama Infantino sekaligus tokoh penting di organisasi itu, memilih mundur sebagai bentuk penolakan terhadap proposal tersebut.
Sementara itu, kepala operasional FIFA menuding Infantino telah "menipu" staf terkait rencana tersebut.
Meski FIFA membatalkan proposal itu, tekanan terhadap Infantino belum mereda. UEFA menilai persoalan tersebut telah mengikis kepercayaan banyak pihak terhadap kepemimpinan FIFA.
"Kepemimpinan FIFA saat ini tidak hanya kehilangan kepercayaan UEFA tetapi juga banyak anggota keluarga sepak bola lainnya," demikian isi pernyataan UEFA.
Selain UEFA, konfederasi Concacaf dan AFC juga menyampaikan kritik terhadap proposal tersebut karena dinilai menempatkan banyak asosiasi anggota FIFA pada posisi berseberangan dengan badan sepak bola dunia itu.
FA Ikut Soroti Tata Kelola FIFA
Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) turut menyatakan dukungan kepada UEFA. Dalam pernyataannya, FA meminta evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola FIFA agar organisasi itu kembali berjalan secara terbuka.
"Kami sepenuhnya mendukung posisi UEFA. Sudah saatnya dilakukan tinjauan menyeluruh dan kuat terhadap kepemimpinan dan tata kelola FIFA untuk memastikan bahwa permainan global dijalankan secara transparan, untuk kepentingan semua 211 negara anggota dan dengan pengelolaan sepak bola jangka panjang sebagai intinya."
UEFA juga mengingatkan kembali janji Infantino saat mencalonkan diri sebagai Presiden FIFA pada 2016. Saat itu, Infantino menekankan pentingnya transparansi dalam pengelolaan organisasi.
"Tentu saja kita harus transparan. Saya telah bersikap transparan selama 15 tahun terakhir dalam hidup saya di UEFA. Anda harus berperan setiap hari dalam kehidupan FIFA."
"Ia juga pernah menyampaikan, "Uang FIFA adalah uang Anda. Itu bukan uang presiden FIFA. Itu uang Anda. Anda adalah asosiasi nasional dan uang FIFA harus digunakan untuk pengembangan sepak bola dan bukan untuk hal lain."
Namun, UEFA menilai janji tersebut tidak tercermin dalam proposal penjualan saham Piala Dunia.