Tim Hukum Ahli Waris Lahan Arjuna HyperBowling Ngaku Diteror, Drone Jatuhkan Benda Mirip Granat

Tim Hukum Ahli Waris Lahan Arjuna HyperBowling Ngaku Diteror, Drone Jatuhkan Benda Mirip Granat

JAKARTA, KOMPAS.com – Tim kuasa hukum dan ahli waris lahan Arjuna HyperBowling di Kedoya Selatan, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, mengaku mengalami serangkaian dugaan intimidasi setelah kembali menguasai lahan yang menjadi objek sengketa.

"Sejak kami mendampingi ahli waris, berbagai bentuk tekanan terus kami rasakan. Namun kami tetap percaya bahwa penyelesaian sengketa harus dilakukan melalui mekanisme hukum dan kami tidak akan mundur karena intimidasi dalam bentuk apa pun," ujar Wilson Colling, kuasa hukum ahli waris, dalam keterangan tertulisnya, Minggu (5/7/2026).

Wilson menjelaskan, dalam sepekan terakhir rumah rekannya sesama kuasa hukum, Novianus Martin Bau, di Pamulang, Tangerang Selatan, beberapa kali didatangi orang tidak dikenal.

Petugas kepolisian memasang garis polisi di sekitar rumah salah satu kuasa hukum ahli waris sengketa lahan Arjuna HyperBowling di Pamulang, Tangerang Selatan, usai adanya dugaan teror menggunakan drone yang menjatuhkan benda menyerupai granat, Minggu (5/7/2026).
Petugas kepolisian memasang garis polisi di sekitar rumah salah satu kuasa hukum ahli waris sengketa lahan Arjuna HyperBowling di Pamulang, Tangerang Selatan, usai adanya dugaan teror menggunakan drone yang menjatuhkan benda menyerupai granat, Minggu (5/7/2026).

Menurut dia, kondisi tersebut membuat Novianus bersama keluarganya memutuskan mengungsi sementara demi alasan keamanan.

"Situasi tersebut membuat yang bersangkutan bersama keluarganya merasa terancam," kata Wilson.

Sebelumnya, kuasa hukum lainnya, Sulardi, juga dilaporkan menjadi sasaran dugaan teror bom molotov di kediamannya.

Selain itu, lokasi sengketa lahan Arjuna HyperBowling yang kini ditempati ahli waris juga disebut menjadi sasaran dugaan intimidasi berupa pelemparan tiga ekor ular berbisa oleh pihak yang belum diketahui identitasnya.

Wilson mengatakan, rangkaian dugaan intimidasi itu mencapai puncaknya pada Minggu dini hari ketika sebuah drone diduga terbang di atas rumah Novianus sebelum menjatuhkan sebuah benda yang disebut menyerupai granat.

"Kami berharap aparat penegak hukum dapat mengusut tuntas peristiwa ini," ujarnya.

Berdasarkan dokumentasi yang diterima Kompas.com, tampak sebuah drone berwarna abu-abu tergeletak di atas paving block.

Drone berwarna abu-abu yang ditemukan di lokasi dugaan teror di kediaman salah satu kuasa hukum ahli waris sengketa lahan Arjuna HyperBowling di Pamulang, Tangerang Selatan, Minggu (5/7/2026).
Drone berwarna abu-abu yang ditemukan di lokasi dugaan teror di kediaman salah satu kuasa hukum ahli waris sengketa lahan Arjuna HyperBowling di Pamulang, Tangerang Selatan, Minggu (5/7/2026).

Pada badan drone tersebut terikat secarik kertas menggunakan cable tie bertuliskan "INI BARU PERMULAAN".

Di samping drone terlihat sebuah benda berwarna hijau tua yang secara visual menyerupai granat tangan lengkap dengan tuas dan pin pengaman.

Namun, status benda tersebut sebagai bahan peledak belum dapat dipastikan dan masih menunggu hasil pemeriksaan aparat berwenang.

Dokumentasi lain juga memperlihatkan personel Tim Gegana Brimob melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), sterilisasi, identifikasi, serta pengamanan lokasi penemuan benda tersebut. Garis polisi telah dipasang selama proses penyelidikan berlangsung.

Wilson menilai, rangkaian dugaan intimidasi tersebut menunjukkan adanya eskalasi ancaman terhadap tim hukum yang tengah memberikan pendampingan kepada ahli waris dalam memperjuangkan hak atas tanah melalui jalur hukum.

Nikmati Fitur Lengkap KARIN dengan KOMPAS.com PLUS

Dapatkan lebih banyak kuota, pahami berita lebih cepat, dan gali konteks mendalam dari artikel KOMPAS.com.

Petugas kepolisian memasang garis polisi di sekitar rumah salah satu kuasa hukum ahli waris sengketa lahan Arjuna HyperBowling di Pamulang, Tangerang Selatan, usai adanya dugaan teror menggunakan drone yang menjatuhkan benda menyerupai granat, Minggu (5/7/2026).
Petugas kepolisian memasang garis polisi di sekitar rumah salah satu kuasa hukum ahli waris sengketa lahan Arjuna HyperBowling di Pamulang, Tangerang Selatan, usai adanya dugaan teror menggunakan drone yang menjatuhkan benda menyerupai granat, Minggu (5/7/2026).(Dok: POLISI)
Drone berwarna abu-abu yang ditemukan di lokasi dugaan teror di kediaman salah satu kuasa hukum ahli waris sengketa lahan Arjuna HyperBowling di Pamulang, Tangerang Selatan, Minggu (5/7/2026).
Drone berwarna abu-abu yang ditemukan di lokasi dugaan teror di kediaman salah satu kuasa hukum ahli waris sengketa lahan Arjuna HyperBowling di Pamulang, Tangerang Selatan, Minggu (5/7/2026).(Dok: POLISI)