Terpapar Asap Kebakaran Aspol Panularan Solo, Satu Warga Dirawat di RS usai Alami Sesak Napas

Terpapar Asap Kebakaran Aspol Panularan Solo, Satu Warga Dirawat di RS usai Alami Sesak Napas

SOLO, KOMPAS.com - Seorang warga harus menjalani perawatan medis dan dirawat di RS usai alami sesak napas akibat terpapar asap kebakaran 12 rumah asrama polisi (Aspol) Panularan, Kecamatan Laweyan, Kota Solo, Jumat (31/7/2026).

Anggota tim reaksi cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Solo, Hananto membenarkan terkait informasi tersebut. Korban semula ditangani ambulans PMI Solo.

"Jadi kan waktu kejadian api kan semakin membesar dan di luar nalar itu, besar banget. Terus ada laporan warga ada salah satu yang sesak napas itu akibat asap. Terus orang itu dievakuasi, terus langsung ditangani ke PMI," ujar Hananto kepada Kompas.com, Sabtu (1/8/2026).

Saat ini warga tersebut masih menjalani perawatan di RS PKU Muhammadiyah Solo.

"Korban atas nama ibu Yuningsih 55 tahun, warga komplek Aspol. Kasus medis terpapar asap. Dirujuk di RS PKU Muhammadiyah Surakarta. Infonya masih dirawat di RS," jelasnya.

Ia mengatakan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.

"Nihil. Tidak ada luka bakar atau cedera sejenis, mungkin ditangani di lokasi itu masih terkondisikan. Kalau langsung ada cedera kan ada tim medisnya, ada PMI, atau pihak nakes yang ada di situ," jelasnya.

Diduga Dipicu Obat Nyamuk Bakar

Sementara itu, Komandan rescue D Damkar Solo, Hudiyono mengatakan, kebakaran terjadi pada Jumat (31/7/2026) sore sekitar pukul 16.00 WIB. Kebakaran terjadi diduga berasal dari obat nyamuk bakar.

"Ada bapak-bapak kan ada yang matiin obat nyamuk tapi kan enggak tuntas, terus dijatuh di karpet. Kebetulan karpetnya itu kan dekat kasur," ujar Hudi kepada Kompas.com, Sabtu (1/8/2026).

Terkait dengan warga yang dirawat di RS usai alami sesak napas, ia menduga lantaran shock. Namun ia memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.

"Mungkin korbannya itu karena syok atau gimana kita enggak ngerti. Kalau korban kebakaran enggak ada," jelasnya.

Sebanyak 9 unit mobil Damkar Solo, BPBD Solo dan PMI Solo dikerahkan untuk memadamkan api.

"Kita selesai pendinginan itu 18.30. Berarti kan 2 jam setengah pemadamannya," terangnya.

Kendala Pemadaman dan Konstruksi Bangunan Tua

Bara api kembali muncul sekitar pukul 20.00 WIB. Petugas Damkar Solo kembali diterjunkan untuk memadamkan api dan melakukan pendinginan kembali.

"Itu bara dikit sisa yang yang nyempil di konstruksi kayunya itu. Wajar, tapi akhirnya kan kemarin dari tim kita setelah kita pulang sampai di Mako, itu kan balik lagi disisir lagi. Tapi sudah padam semua total," terangnya.