JAKARTA, KOMPAS.com - Mabes TNI dan Kementerian Sosial akan menerjunkan 1.000 taruna Akademi Militer (Akmil) untuk membina kedisiplinan dan karakter siswa Sekolah Rakyat di berbagai daerah pada awal Agustus 2026 mendatang.
Wamensos Agus Jabo menyebut bahwa pembinaan tersebut diperlukan untuk membantu siswa beradaptasi dari lingkungan lama ke lingkungan baru di Sekolah Rakyat sekaligus membentuk karakter yang lebih disiplin dan rapi.
"Karena memang kita butuh. Sejak awal Pak Menteri (Menteri Sosial Saifullah Yusuf) itu justru untuk mendisiplinkan dari habitat lama ke habitat baru di Sekolah Rakyat itu memang butuh pembinaan," kata Agus dalam keterangan pers, Rabu (24/6/2026).
Dia menuturkan, Kemensos sudah sejak awal meminta TNI/Polri untuk ikut terlibat dalam proses pembinaan siswa Sekolah Rakyat.
"Jadi kalau kemudian ke depan nanti kita melaksanakan ini ya enggak ada masalah, itu (sesuai) Inpres (Inpres Nomor 8 Tahun 2025)," ujar Agus.
Menurut rencana, 1.000 taruna Akmil akan melatih kedisiplinan siswa Sekolah Rakyat dengan mengajarkan kebiasaan dasar, seperti menyetrika seragam, merapikan tempat tidur, menata lemari pakaian, hingga menyemir sepatu.
Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Brigjen TNI Muhammad Nas menambahkan, pelibatan ini merupakan bagian dari program penguatan kebangsaan.
"Tujuannya adalah membantu menumbuhkan nilai-nilai dasar kepemimpinan, kedisiplinan, tanggung jawab, kerja sama, kemandirian, serta semangat cinta Tanah Air pada para siswa," kata Nas kepada Kompas.com, Jumat.
Nas menuturkan, para taruna akan berperan sebagai pembimbing sekaligus teladan dalam pembentukan karakter siswa.
"Pendampingan dilakukan melalui pembiasaan sikap dan perilaku positif dalam kehidupan sehari-hari, seperti hidup tertib dan disiplin, menjaga kerapian, berkomunikasi dengan baik, bekerja sama dalam kelompok, serta menanamkan wawasan kebangsaan dan nilai-nilai Pancasila," ucap dia.
Komandan Jenderal Akademi TNI Letjen TNI R Sidiharta Wisnu Graha mengatakan, para taruna yang dilibatkan berasal dari tingkat I dan II dan akan ditempatkan di 178 Sekolah Rakyat untuk mendampingi pembentukan karakter para siswa.
"Nanti kami siapkan 1.000 orang, itu termasuk pengasuhnya taruna. Jadi, nanti taruna yang kami kirim itu tingkat I dan tingkat II," ujar Wisnu dalam keterangannya, Jumat.
Pembinaan harus jelas
Anggota Komisi VIII DPR RI Selly Andriany Gantina meminta pelibatan 1.000 taruna akmil dalam pembinaan karakter di Sekolah Rakyat harus diperjelas.
Jangan sampai kehadiran taruna akmil itu dalam memberi pembinaan itu justru menggantikan posisi guru-guru.
Menurut Selly, jika peran taruna itu sebagai mentor untuk membentuk karakter dengan memotivasi atau pendamping, tentunya tidak masalah.
"Namun, jangan sampai mereka menggantikan guru dalam proses pembelajaran," kata Selly, Jumat.
Nikmati Fitur Lengkap KARIN dengan KOMPAS.com PLUS
Dapatkan lebih banyak kuota, pahami berita lebih cepat, dan gali konteks mendalam dari artikel KOMPAS.com.