Tak Ada Lagi OxygenOS dan Realme UI, Semua Diganti ColorOS?

Tak Ada Lagi OxygenOS dan Realme UI, Semua Diganti ColorOS?

KOMPAS.com - Pengguna OnePlus dan Realme kemungkinan akan segera menghadapi perubahan besar.

Menurut laporan terbaru dari seorang pembocor (insider) industri yang dikenal cukup akurat, OPPO disebut tengah menyiapkan langkah besar dengan menyatukan sistem operasi seluruh merek smartphone di bawah naungannya.

Jika laporan tersebut benar, OxygenOS milik OnePlus dan Realme UI akan dipensiunkan. Sebagai gantinya, seluruh smartphone OnePlus dan Realme di masa mendatang bakal menggunakan ColorOS, antarmuka Android yang selama ini menjadi ciri khas ponsel OPPO.

Hingga kini, belum ada konfirmasi resmi dari OPPO, OnePlus, maupun Realme terkait kabar tersebut.

Menurut sumber tersebut, perubahan ini merupakan bagian dari restrukturisasi besar bisnis smartphone OPPO. Selain menyatukan perangkat lunak, perusahaan juga disebut mulai mengonsolidasikan operasional OnePlus dan Realme ke dalam organisasi inti OPPO.

Di India, misalnya, layanan purnajual OnePlus dilaporkan telah digabung dengan jaringan pusat servis OPPO. Sementara itu, OnePlus disebut akan lebih fokus pada pasar India dan China, sedangkan Realme akan mengurangi operasinya di China dan lebih berkonsentrasi pada pasar internasional.

Pangkas biaya pengembangan

Laporan itu menyebut salah satu alasan utama di balik perubahan ini adalah efisiensi biaya penelitian dan pengembangan (research and development/R&D).

Selama ini OPPO harus mengembangkan tiga antarmuka Android sekaligus, yakni ColorOS, OxygenOS, dan Realme UI. Meski ketiganya memiliki tampilan berbeda, basis kode perangkat lunaknya sebenarnya sudah semakin mirip dalam beberapa tahun terakhir.

Proses penyatuan tersebut bahkan disebut bukan hal yang benar-benar baru. Pada 2021, pendiri OnePlus sekaligus Chief Product Officer OPPO, Pete Lau, pernah mengumumkan bahwa basis kode OxygenOS dan ColorOS akan digabung untuk mempercepat pengembangan perangkat lunak.

Sejak saat itu, berbagai versi OxygenOS dinilai semakin menyerupai ColorOS, meski masih mempertahankan nama dan sejumlah ciri khas antarmukanya.

Jika rumor terbaru ini terbukti benar, maka nama OxygenOS dan Realme UI kemungkinan akan benar-benar dihapus dari perangkat generasi berikutnya.

OnePlus disebut kehilangan identitas

Bagi sebagian pengguna, perubahan tersebut diperkirakan akan paling terasa di OnePlus.

Sejak pertama kali meluncurkan OnePlus One pada 2014, OxygenOS menjadi salah satu daya tarik utama merek tersebut. Sistem operasi ini dikenal ringan, minim aplikasi bawaan (bloatware), serta menawarkan pengalaman Android yang dekat dengan versi murni.

Dalam beberapa tahun terakhir, identitas OxygenOS memang mulai memudar setelah integrasinya dengan ColorOS. Namun, nama OxygenOS masih dipertahankan sebagai pembeda OnePlus dari OPPO.

Karena itu, jika laporan ini benar, OnePlus dinilai akan kehilangan salah satu identitas yang selama ini melekat pada mereknya.

Sementara bagi pengguna Realme, perubahan tersebut kemungkinan tidak akan terlalu terasa karena Realme UI sejak awal memang dikembangkan dari basis ColorOS dengan sejumlah penyesuaian tampilan dan fitur.

Meski demikian, seluruh informasi di atas masih sebatas laporan dari seorang insider industri dan belum mendapat konfirmasi resmi dari OPPO, OnePlus, maupun Realme. Kita nantikan saja pengumuman resmi perusahaan terkait masa depan OxygenOS, Realme UI, dan ColorOS.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang