JAKARTA, KOMPAS.com – Kenaikan harga bahan bakar diesel nonsubsidi mulai berdampak pada pasar mobil bekas, terutama untuk segmen SUV diesel.
Salah satu model yang kini mengalami perlambatan penjualan adalah Toyota Fortuner diesel, yang selama ini dikenal sebagai salah satu primadona di bursa mobil bekas.
Saat ini, harga Pertamina Dex telah mencapai Rp 24.800 per liter, sedangkan Dexlite dijual Rp 23.000 per liter.
Sebaliknya, Biosolar bersubsidi masih dibanderol Rp 6.800 per liter.
Sekretaris Jenderal Asosiasi Mobil Bekas Indonesia (AMBI), Ricky Prawiro, mengatakan, selisih harga yang semakin lebar membuat sebagian konsumen berpikir ulang untuk membeli kendaraan diesel yang menggunakan bahan bakar nonsubsidi.
Lebih Sulit Laku
Menurut Ricky, Toyota Fortuner diesel mengalami depresiasi harga yang cukup besar dalam beberapa tahun terakhir.
"Sebelum tahun 2022, Fortuner ini tidak pernah depresiasinya sebesar ini dalam sejarah, kecuali saat pandemi Covid-19," ujar Ricky di Jakarta (27/6/2026).
Ia menjelaskan, Fortuner yang dijual baru dengan harga sekitar Rp 663 juta pada 2024, kini memiliki harga bekas sekitar Rp 485 juta atau turun sekitar 26 persen.
"Jadi, saya mesti kasih harga yang benar-benar menarik, baru ini mobil bisa keluar. Kalau harga pasaran saya jual Fortuner, bakal lebih lama laku," katanya.
Konsumen Beralih ke Bensin
Ricky mengaku saat ini masih memiliki stok lima hingga enam unit Fortuner diesel.
Namun, kendaraan tersebut membutuhkan waktu lebih lama untuk terjual dibandingkan beberapa tahun lalu.
“Itu kalau saya jual harga pasaran pasti tidak ada yang nanya," ujarnya.
Menariknya, kondisi tersebut berbanding terbalik dengan varian bensin.
Ricky mengatakan, Fortuner SRZ bensin keluaran 2017 dengan jarak tempuh mencapai 130.000 kilometer justru berhasil terjual lebih cepat.
Menurut Ricky, perubahan tren ini cukup mengejutkan.
Sebab, selama bertahun-tahun Fortuner diesel merupakan salah satu mobil bekas yang paling mudah dipasarkan, bahkan lebih diminati dibandingkan Toyota Kijang Innova Reborn diesel.
"Nah, ini lucu ya. Tadinya ini (Fortuner diesel) mobil sangat mudah saya jual, mudah banget. Terakhir sudah susah," ujar Ricky.
Ia menilai tingginya harga BBM diesel nonsubsidi menjadi salah satu faktor yang membuat calon pembeli lebih berhati-hati.
Akibatnya, permintaan terhadap Fortuner diesel bekas mulai melambat, sehingga pedagang harus memberikan harga yang lebih kompetitif agar kendaraan cepat terjual.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarangUnduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app