BEKASI, KOMPAS.com – Aksi pengendara yang nekat menerobos rel kereta api masih kerap terjadi di Pelintasan Sebidang Bulak Kapal, Kelurahan Aren Jaya, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi.
Para penjaga pelintasan menyebut pelanggaran tersebut hampir terjadi setiap hari, bahkan ketika pengendara telah diperingatkan dengan teriakan maupun aba-aba untuk berhenti.
Salah seorang penjaga pelintasan, Alfian (21), mengatakan masih banyak pengendara yang memaksa melintas meski telah diperingatkan dengan teriakan maupun aba-aba untuk berhenti.
"Banyak pengendara yang susah diatur. Sudah diarahkan agar berada di sisi kiri, tetapi tetap mengambil jalur kanan. Kadang juga berhenti di tengah rel," kata Alfian saat ditemui Kompas.com di lokasi, Senin (27/7/2026).
Alfian mengatakan pelanggaran tersebut bukan lagi kejadian sesekali dan terjadi berkali-kali dalam sehari.
Pria yang baru sekitar dua bulan bertugas sebagai penjaga pelintasan itu mengaku perilaku pengendara yang tidak tertib menjadi tantangan terbesar selama menjalankan tugas.
Menurut dia, keselamatan di pelintasan tidak hanya bergantung pada keberadaan petugas, tetapi juga pada kesadaran pengguna jalan untuk mematuhi aturan.
Ia menjelaskan, kepadatan kendaraan biasanya terjadi pada pagi hari sekitar pukul 06.00-07.00 WIB. Arus lalu lintas kembali ramai sekitar pukul 14.00 WIB dan meningkat lagi pada pukul 16.00 WIB.
Dalam kondisi tersebut, para penjaga harus membagi konsentrasi antara mengatur arus kendaraan dan memantau kedatangan kereta melalui sinyal yang tersedia.
"Kami enggak menghafal jadwal kereta, tapi memperhatikan kondisi jalur dan sinyal. Kalau siang kami melihat kondisi lintasan, kalau malam lebih kelihatan lampu sinyalnya. Tapi tetap harus fokus," ujar Alfian.
Alfian juga mengungkapkan bahwa kecelakaan yang menewaskan pengemudi mobil pikap Mitsubishi Triton, Alfaruq (22), terjadi ketika petugas sebenarnya telah berupaya menghentikan kendaraan.
Menurut dia, kereta sudah membunyikan klakson, sementara petugas berteriak memperingatkan pengemudi agar berhenti.
"Kereta sudah membunyikan klakson dan kami juga sudah berteriak, 'Awas kereta'. Tapi mobil itu tetap jalan sampai akhirnya tertabrak," kata Alfian saat ditemui Kompas.com di lokasi, Senin.
Ia menuturkan, sebelum mobil pikap melintas, sebuah mobil lain masih sempat melewati rel dengan selamat.
Setelah itu, sebuah sepeda motor sempat menghalangi laju mobil pikap.