Spanyol Tutup Perbatasan Maroko-Melilla Seusai Diserbu Ribuan Migran

Spanyol Tutup Perbatasan Maroko-Melilla Seusai Diserbu Ribuan Migran

Melilla, Beritasatu.com – Pemerintah Spanyol menutup Pos Perbatasan Beni Ansar, satu-satunya jalur penghubung darat antara Melilla dan Maroko, setelah ribuan imigran berupaya menerobos barikade untuk memasuki wilayah Spanyol secara ilegal pada Kamis (30/7/2026) waktu setempat.

Melilla dan Ceuta adalah dua wilayah otonom Spanyol di Afrika Utara, sekaligus satu-satunya perbatasan darat Uni Eropa dengan benua Afrika. Kedua wilayah tersebut kerap menjadi tujuan para migran yang berusaha mencapai Eropa.

Menurut laporan kantor berita EFE, Kamis (30/7/2026), aparat keamanan berhasil menggagalkan upaya para imigran tersebut sebelum mereka memasuki wilayah Spanyol.

Sebagai langkah pengamanan, otoritas juga mengerahkan patroli kepolisian di Pos Perbatasan Beni Ansar serta sejumlah titik lain di sepanjang perbatasan Melilla. Mengutip Antara, Jumat (31/7/2026), penutupan pos perbatasan dilakukan di tengah meningkatnya tekanan migrasi terhadap dua wilayah otonom Spanyol di Afrika Utara, yakni Melilla dan Ceuta, yang secara geografis berbatasan langsung dengan Maroko.

Sebelumnya, ribuan warga Maroko dilaporkan berkumpul di kawasan perbatasan menuju Ceuta. Menyikapi situasi tersebut, pemerintah Spanyol mengerahkan personel tambahan yang terdiri atas Kepolisian Nasional, pasukan militer, dan Garda Sipil untuk memperketat pengamanan serta mencegah masuknya migran secara ilegal.

Melilla

Pemerintah Spanyol

Beni Ansar

Krisis migrasi

Migran