JAKARTA, KOMPAS.com - Proses pembersihan lokasi tempat pembuangan sampah (TPS) liar yang sebelumnya terbakar di Jalan Penggilingan Baru, Kelurahan Dukuh, Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur, masih berlangsung pada Rabu (5/8/2026).
Sejak pagi, petugas melakukan pengangkutan dan perataan timbunan sampah yang tersisa setelah kebakaran melanda kawasan tersebut.
Berdasarkan pantauan Kompas.com di lokasi, sebuah spanduk berisi larangan memasuki area TPS liar telah dipasang di pintu masuk kawasan tersebut.
Sekitar pukul 09.00 WIB, dua truk pengangkut sampah dan dua alat berat ekskavator mulai beroperasi untuk meratakan sekaligus mengangkut tumpukan sampah.
Sejumlah petugas dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA), serta petugas pengangkut sampah tampak berada di lokasi untuk membantu proses pembersihan.
Kemudian, sekitar pukul 10.00 WIB, dua truk pengangkut sampah tambahan masuk ke area tersebut untuk membawa sampah hasil pemilahan menggunakan alat berat.
Kini, kondisi timbunan sampah terlihat jauh lebih rendah dibandingkan beberapa hari sebelumnya. Sebagian besar sampah telah diratakan menggunakan ekskavator.
Api yang sebelumnya membakar kawasan tersebut juga telah padam sepenuhnya setelah petugas melakukan proses pemadaman. Hujan yang mengguyur wilayah itu pada malam sebelumnya turut membantu meredakan sisa api.
Di lokasi bekas kebakaran, bau hangus dari tumpukan sampah juga sudah tidak lagi tercium.
Dua ekskavator yang dikerahkan tidak hanya digunakan untuk meratakan tumpukan sampah, tetapi juga memilah serta mengangkut sampah yang berada di area rawa bagian dalam lokasi tersebut.
Sampah Muncul Setahun Terakhir
Ketua RT 13 RW 03 Kelurahan Dukuh, Kecamatan Kramat Jati, Yuli (54), mengatakan tumpukan sampah liar di lahan tersebut mulai muncul sekitar satu tahun lalu.
Menurut Yuli, sebelum dipenuhi sampah, kawasan itu merupakan lahan rawa yang telah direncanakan untuk dibangun menjadi waduk.
"Sebelum ada (sampah). Dulu rawa, ada genangan air. Memang sudah ada informasi lahan ini mau dibuat waduk," kata Yuli saat ditemui di rumahnya di Jalan Penggilingan Baru, Kelurahan Dukuh, Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur.
Yuli menduga munculnya TPS liar tersebut disebabkan ulah oknum yang membuang sampah secara ilegal.
Ia memastikan warga sekitar tidak pernah menggunakan lokasi itu sebagai tempat pembuangan sampah karena lingkungan mereka telah memiliki TPS resmi.