Sekolah-sekolah Rusak di Jakarta Kini Mulai Direvitalisasi

Sekolah-sekolah Rusak di Jakarta Kini Mulai Direvitalisasi

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mempercepat revitalisasi sekolah rusak setelah rentetan temuan bangunan sekolah yang memprihatinkan menjadi sorotan publik.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memutuskan menambah empat sekolah ke dalam daftar revitalisasi tahun 2026. Dengan demikian, jumlah sekolah yang akan direhabilitasi tahun ini bertambah dari semula tujuh menjadi 11 sekolah.

Keputusan itu diambil setelah Pramono menerima laporan terbaru dari Dinas Pendidikan serta Dinas Cipta Karya, Tata Ruang, dan Pertanahan (Citata) mengenai kondisi sejumlah sekolah yang membutuhkan penanganan segera.

“Kemarin setelah dilaporkan oleh Dinas Pendidikan dan juga Citata, saya memutuskan untuk menambah empat sekolah yang akan diselesaikan tahun ini. SD Negeri Kebayoran Lama itu nomor delapan," kata Pramono di Gedung Kementerian Kesehatan, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Minggu (26/7/2026).

Sementara itu, 11 sekolah lainnya yang sebelumnya masuk daftar revitalisasi dijadwalkan ditangani pada 2027.

Berawal dari sorotan SDN Kebayoran Lama Selatan 09

Percepatan revitalisasi bermula setelah kondisi SDN Kebayoran Lama Selatan 09, Jakarta Selatan, menjadi perhatian publik. Bangunan sekolah tersebut roboh sejak 2024 dan hingga kini belum dibangun kembali.

Pramono mengaku pertama kali mengetahui kondisi sekolah itu dari video yang viral di media sosial. Ia kemudian meninjau langsung lokasi pada Jumat (24/7/2026).

Saat itu, ia menjelaskan bahwa rencana revitalisasi 22 sekolah pada 2026 sempat terdampak pemotongan Dana Bagi Hasil (DBH), sehingga jumlah sekolah yang dapat dikerjakan berkurang drastis.

"Sebenarnya untuk 2026 ini dianggarkan 22 SD, SMP, SMA yang akan direvitalisasi atau renovasi oleh pemerintah daerah. Tetapi karena kemudian ada pemotongan DBH (Dana Bagi Hasil), dari 22 itu menjadi tujuh yang dijalankan," kata Pramono.

Menurut Pramono, SDN Kebayoran Lama Selatan 09 sebelumnya berada di urutan kedelapan dalam daftar prioritas.

Namun, setelah menerima laporan terbaru dari dinas terkait, ia memutuskan menambah empat sekolah agar dapat dikerjakan pada tahun ini.

"Nah SD Negeri 9 di Kebayoran Lama itu nomor 8. Jadi nomor 8 kemudian kemarin setelah dilaporkan oleh dinas terkait, Dinas Pendidikan dan juga Citata, maka saya memutuskan untuk ditambah empat yang akan diselesaikan di tahun ini. Jadi ada tujuh tambah empat jadi ada sebelas," ujarnya.

Empat sekolah diprioritaskan

Empat sekolah yang dipercepat pembangunannya yakni SDN Kebayoran Lama Selatan 09 yang akan diregrouping dengan SDN Kebayoran Lama Selatan 11, SMAN 102 Jakarta, SDN Cempaka Putih Barat 03, serta SDN Papanggo 01 bersama TKN Papanggo 01.

Pemprov DKI memperkirakan kebutuhan anggaran untuk empat proyek tersebut mencapai sekitar Rp249 miliar.

Khusus pembangunan SDN Kebayoran Lama Selatan 09 dan SDN Kebayoran Lama Selatan 11, anggaran yang dibutuhkan diperkirakan mencapai Rp48,15 miliar.