BOGOR, KOMPAS.com - Tulisan besar "RSUD Parung" masih berdiri kokoh di atas gedung yang berada di Jalan Raya Pahlawan, Desa Cogreg, Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Dari kejauhan, bangunan tiga lantai itu tampak seperti rumah sakit yang siap melayani masyarakat. Fasad metalnya memantulkan cahaya matahari siang.
Kawasan seluas sekitar tiga hektare yang mengelilinginya juga terlihat tertata dengan pagar pembatas dan jalan lingkungan.
Namun, kesan itu berubah sesaat setelah melangkah masuk ke dalam gedung.
Di area resepsionis, tak ada lagi nama RSUD Parung. Sebagai gantinya, terpampang identitas baru: Klinik Utama Rawat Inap (KURI) Parung.
Dua identitas berbeda menempel pada satu bangunan yang sama.
Nama rumah sakit masih bertahan di bagian luar, tetapi pelayanan kesehatan yang berjalan di dalamnya hanya berstatus klinik.
"Bukan (RSUD), ini klinik, namanya Klinik Utama Rawat Inap (KURI) Parung," ucap Akmal, seorang petugas keamanan kepada Kompas.com ketika ditanya status bangunan fasilitas kesehatan tersebut, Selasa (23/6/2026).
Meski masih berdiri gagah, sejumlah bagian bangunan menunjukkan tanda-tanda usia.
Pada beberapa panel dinding terlihat noda hitam memanjang, bekas rembesan air hujan yang meninggalkan jejak di permukaan fasad.
Di sisi kanan gedung, sebuah kanopi merah menaungi pintu masuk unit gawat darurat. Tulisan "UGD 24 JAM EMERGENCY" terpasang mencolok di dinding.
Aktivitas pelayanan tetap berlangsung. Sejumlah pasien terlihat keluar masuk area layanan.
Suasana tak jauh berbeda dengan fasilitas kesehatan tingkat pertama yang menyediakan layanan rawat jalan dan rawat inap terbatas.
Lahan Luas yang Belum Terisi
Di luar gedung, pemandangan lain justru lebih mencuri perhatian.
Hamparan lahan kosong membentang di sisi kanan dan kiri bangunan utama. Di dalam kawasan berpagar itu, hanya satu gedung yang berdiri.