SOLO, KOMPAS.com - Ratusan pekerja akan dilibatkan dalam pengerjaan revitalisasi kawasan Keraton Solo yang ditargetkan selesai pada Desember 2026.
Ketua Eksekutif Lembaga Dewan Adat (LDA) Keraton Solo, KPH Eddy Wirabhumi menyampaikan, ratusan pekerja itu akan dibagi menjadi dua shift dan tidak ada libur.
"Dengan catatan ada minimal kerja dari jam 7 pagi sampai jam 11 malam. Jadi dua shift kerja itu harus, gitu. Tidak ada Sabtu-Minggu, semua tidak ada libur, karena waktunya sangat pendek," ujar Eddy kepada awak media, Sabtu (18/7/2026).
Ia mengatakan, ada 300-an pekerja yang akan terlibat dalam pengerjaan revitalisasi siang hingga malam.
"Sudah dihitung-hitung kurang lebih 300 orang yang akan tidur siang malam di sini, nanti bekerja secara bergantian," katanya.
Revitalisasi kawasan Keraton Solo akan menyasar 13 titik, di antaranya Pagelaran, Sitihinggil, seputar Kamandungan, Kasentanan, Museum Keraton Solo, Bangsal Pradonggo, Sasana Handrawina, hingga Keraton Kulon atau keraton sisi barat.
"Masih ada beberapa titik lagi. Bersamaan dengan penataan fisik, juga dilakukan konservasi dan pemeliharaan terhadap kegiatan nonfisiknya," ujarnya.
Sebanyak 13 titik kawasan Keraton Solo akan dikerjakan secara bersamaan.
Pengerjaan revitalisasi ditandai dengan wilujengan yang akan digelar pada Selasa (21/7/2026) mendatang.
"Fokusnya tidak hanya di situ (dua titik yakni Kepuntren dan Museum Keraton Solo). Jadi semua menjadi fokus. Karena sampai akhir tahun harus semua harus selesai," ucap dia.
Pihaknya juga telah menggelar sosialisasi tentang akan dimulainya program revitalisasi Keraton Solo di Sasana Handrawina Keraton Solo pada Jumat (17/7/2026).
Sosialisasi itu dihadiri Direktur Jendral (Dirjen) Kebudayaan Kemenbud Restu Gunawan, sejumlah perwakilan Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah X Jawa Tengah dan Forkopimda.
Paku Buwono (PB) XIV Mangkubumi juga tampak hadir bersama para sentana dalem Keraton Solo mewakili trah atau keturunan PB II hingga PB III.
Ketua LDA Keraton Solo, GKR Koes Moertiyah Wandansari atau Gusti Moeng mengatakan, revitalisasi tidak hanya menyasar bagian inti Keraton Solo, tetapi juga kawasan yang memiliki nilai sejarah, budaya, dan edukasi.
"Alhamdulillah, hari ini Karaton Surakarta Hadiningrat bersama Kementerian Kebudayaan mengadakan sosialisasi dimulainya revitalisasi kawasan Karaton Surakarta. Kenapa saya sampaikan kawasan, karena ini meliputi di luar Kedhaton dan di dalam Keraton," kata Gusti Moeng melalui keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Jumat (17/7/2026).