Bantul, Beritasatu.com – Pemerintah Kabupaten Bantul menggelar Bantul Creative Expo (BCE) 2026 sebagai ajang promosi produk unggulan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Tahun ini, pameran terbesar di Bantul tersebut dipadukan dengan Mataram Culture Festival (MCF) yang menampilkan beragam potensi seni dan budaya Mataram.
Bertempat di area Parkir Stadion Sultan Agung, Bantul, BCE 2026 resmi dibuka Sabtu (1/8/2026). Selama sembilan hari penyelenggaraan, pengunjung dapat menikmati ribuan produk kreatif unggulan dari 17 kapanewon (kecamatan), mulai dari kuliner, jajanan tradisional, kerajinan tangan, fesyen, hingga berbagai produk lokal berorientasi ekspor.
Wakil Bupati Bantul, Aris Suharyanta, mengatakan Bantul Creative Expo menjadi ajang penting untuk memperkuat daya saing UMKM sekaligus mendorong pemanfaatan potensi lokal.
"Ini event patut kita banggakan, karena banyak produk lokal dan kreatif yang ditampilkan, dan semuanya kebanyakan adalah produk bernilai ekspor," tutur Aris.
Ia menyampaikan, penyelenggaraan BCE diharapkan mampu meningkatkan perekonomian pelaku UMKM dan industri kreatif sekaligus memperluas jangkauan pemasaran produk-produk unggulan Bantul.
"Seperti event sebelumnya, kegiatan ini menyedot pengunjung yang cukup banyak, sehingga harapannya, produk-produk lokal ini kian dikenal masyarakat luas, dan banyak yang membeli," imbuhnya.
Koordinator Bantul Creative Expo dan Mataram Culture Festival 2026, Fenty Yusdayati, menjelaskan BCE tahun ini diikuti 62 stan yang terdiri atas perangkat daerah, kapanewon, sekolah menengah, instansi vertikal, rumah sakit daerah, BUMN, BUMD, perbankan, serta UMKM binaan pemerintah seperti Dekranasda, Hipmi, dan berbagai asosiasi UMKM.
Selain itu, terdapat sekitar 100 stan UMKM swasta yang menghadirkan produk kerajinan, kuliner, fesyen, otomotif, elektronik, hingga kebutuhan rumah tangga. Panitia menargetkan BCE 2026 mampu menarik sekitar 110.000 pengunjung dengan nilai transaksi mencapai Rp 2,6 miliar.