5 Rekrutan Terakhir Inter Milan dari Lazio per 26 Juli 2026

5 Rekrutan Terakhir Inter Milan dari Lazio per 26 Juli 2026

ilustrasi pendukung Inter Milan (unsplash.com/Janice Kwong)

Inter Milan mendatangkan Ivan Provedel dari Lazio pada musim panas 2026. Biaya kepindahannya hanya 3 juta euro atau Rp61,3 miliar. Perekrutannya ini diplot sebagai suksesor Yann Sommer yang hengkang dari Giuseppe Meazza setelah kontraknya berakhir. Dalam sedekade terakhir, Inter Milan sudah merekrut lima pemain dari Lazio termasuk Ivan Provedel. 

1. Antonio Candreva mampu diandalkan di lini serangan Inter Milan

Antonio Candreva memperkuat Inter Milan pada 2016–2020. Kala itu, Inter Milan membelinya dari Lazio berkat konsistensinya sebagai pemain depan. Inter Milan kepincut dengan kreativitas yang dimilikinya. Bersama Lazio, Candreva membuat 45 gol dan 43 assist adri 192 penampilan. 

Dengan performa tersebut, Inter Milan menebusnya seharga 22 juta euro atau Rp450 miliar. Konsistensi di Lazio berhasil dilanjutkan Candreva di Giuseppe Meazza. Selama 4 tahun, ia mencatatkan 151 laga dengan sumbangsih 18 gol dan 31 assist. Sayangnya, ia datang pada periode sulit Inter Milan. Ini membuatnya belum mampu mempersembahkan trofi juara. 

2. Stefan de Vrij menjadi tembok kokoh di barisan pertahanan selama hampir sedekade

Stefan de Vrij mengakhiri pengabdian bersama Inter Milan setelah 8 tahun lamanya. Sejak bergabung pada musim panas 2018, ia menjelma sebagai tembok kokoh di jantung pertahanan tim. Ia membawa Inter Milan bangkit hingga kembali berjaya dengan beragam prestasi. 

Bek berpaspor Belanda ini diandalkan dalam 296 pertandingan. Sebagai pemain belakang, De Vrij cukup produktif melalui sumbangsih 13 gol dan 6 assist. Ketangguhannya di barisan pertahanan menghadirkan 9 trofi, termasuk 3 kali merengkuh titel juara Serie A Italia. Pada musim panas 2026, kontaknya tak diperpanjang dan memilih berlabuh ke Panathinaikos.   

3. Joaquin Correa mengalami pasang surut performa bersama Inter Milan

Inter Milan merekrut Joaquin Correa dari Lazio pada musim panas 2021. Mulanya, pemain asal Argentina dipinjam selama semusim. Berkat performa menjanjikan, ia dipermanenkan setahun setelahnya, Inter Milan menebusnya dari Lazio seharga 27,3 juta euro atau Rp558 miliar.

Kendati begitu, performanya justru inkonsisten pada paruh pertama 2022/2023. Ini membuatnya dipinjamkan kepada Olympique Marseille hingga akhir musim. Sempat kembali ke Inter Milan pada 2024/2025, penampilannya masih belum cukup. Tercatat, ia memainkan 99 laga dengan 12 gol dan 9 assist.  Ia akhirnya dilepas secara gratis ke Botafogo pada musim panas 2025.

4. Kendati datang pada usia senja, Francesco Acerbi membuktikan ketangguhannya

Francesco Acerbi berlabuh ke Giuseppe Meazza pada musim panas 2022. Awalnya, Inter Milan membutuhkan bek berpengalaman sehingga meminjamnya untuk 2022/2023. Kala itu, usianya adalah 34 tahun. Meski tak  muda, ketenangan dalam menjaga pertahanan membuat Inter Milan kompetitif. Ia berhasil mengantarkan Inter Milan ke final Liga Champions Eropa.  

Berkat performa tersebut, Inter Milan menebusnya dari Lazio seharga 4 juta euro atau Rp81,8 miliar. Konsistensi Acerbi terus berlanjut hingga kontraknya berakhir pada musim panas 2026. Secara total, ia mencatatkan 148 penampilan dengan sumbangsih 5 gol dan 5 assist. Ia sukses menghadirkan 6 trofi juara, yakni 2 titel Serie A, 2 Coppa Italia, dan 2 Supercoppa Italiana.   

5. Ivan Provedel dibeli berkat pengalaman matangnya sebagai kiper

Ivan Provedel merupakan kiper berpengalaman berusia 32 tahun. Kehadirannya diharapkan bisa menambah posisi yang ditinggalkan Yann Sommer. Kiper berpaspor Swiss tersebut hengkang setelah kontraknya berakhir dan bergabung bersama Club Brugge 

Selama 3 tahun di Lazio, Provedel menjadi sosok andalan. Tercatat, ia memainkan 146 laga dengan membuat 46 clean sheet dan kebobolan 163 gol. Dengan pengalaman matangnya ini, ia akan diplot sebagai kiper utama Inter Milan menggantikan Yann Sommer yang pergi.

Menilik rekam jejak di atas, Inter Milan merasa tak rugi kembali berbelanja di Lazio. Meski tidak semua sesuai harapan, kehadiran mereka mampu membantu tim kompetitif. Kini, giliran Ivan Provedel yang mesti membuktikan kualitasnya sebagai palang pintu terakhir pertahanan. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.