Psikolog Ungkap Alasan Pelaku Terus Menganiaya Pasangan, Bukan Khilaf

Psikolog Ungkap Alasan Pelaku Terus Menganiaya Pasangan, Bukan Khilaf

  • Psikolog menjelaskan bahwa kekerasan berulang terhadap pasangan bukan karena emosi sesaat, melainkan pola perilaku untuk menguasai dan mengendalikan korban.

  • Kekerasan biasanya mengikuti siklus abuse: ketegangan meningkat, terjadi kekerasan, pelaku menyesal atau bersikap manis, lalu siklus kembali terulang.

  • Faktor penyebab mencakup kebutuhan kontrol tinggi, kesulitan kelola emosi, keyakinan salah soal kekerasan, pengalaman masa kecil penuh kekerasan, serta rendahnya empati.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Kasus penyekapan dan penganiayaan perempuan di Bandung memunculkan pertanyaan besar di tengah masyarakat soal mengapa seseorang tega berulang kali menyakiti orang yang disebutnya sebagai pasangan?

Sebagian orang menganggap tindakan tersebut terjadi karena pelaku tidak mampu mengendalikan amarah. Namun, menurut Ratih Ibrahim, Senior Clinical Psychologist dan Direktur Personal Growth, kekerasan yang terjadi berulang umumnya bukan sekadar ledakan emosi sesaat, melainkan pola perilaku yang bertujuan menguasai dan mengendalikan korban.