Revolusi Arsenal dalam situasi bola mati menunjukkan bahwa rencana besar di balik dominasi mereka kini telah meluas ke kancah internasional. Meskipun kehebatan The Gunners dalam situasi bola mati telah menjadi ciri khas formasi taktis Mikel Arteta, justru transformasi khusus Declan Rice menjadi spesialis tendangan sudutlah yang saat ini membuahkan hasil bagi klub maupun negaranya.
Inggris menuai hasilnya
Tim Tiga Singa tidak membuang waktu untuk memanfaatkan umpan-umpan Rice selama kampanye Piala Dunia mereka di Amerika Utara. Dalam kemenangan 4-2 atas Kroasia, pengaruh gelandang tersebut terlihat jelas dalam setiap serangan Inggris, termasuk sebuah assist untuk kapten Harry Kane. Keyakinan diri Rice saat ini berada di titik tertinggi sepanjang kariernya saat ia berupaya membawa tim asuhan Thomas Tuchel melaju jauh di turnamen ini.
"Seiring berjalannya waktu, saya merasa bahwa kini setiap kali saya mengeksekusi bola pada situasi bola mati — baik itu tendangan sudut maupun tendangan bebas dari sisi lapangan — saya merasa akan mendapatkan assist atau menciptakan peluang berbahaya," kata Rice saat berbicara kepada BBC Sport. "Itu adalah mentalitas yang baik untuk dimiliki dalam situasi bola mati... dan para penggemar Inggris bisa bersemangat."
-
Getty Images Sport Efek Jover bagi Rice
Munculnya Rice sebagai eksekutor tendangan sudut andalan bukanlah kebetulan yang terjadi dalam semalam, melainkan langkah yang diperhitungkan dengan matang oleh staf pelatih Arsenal, terutama Nico Jover. Pemain berusia 27 tahun ini mengapresiasi spesialis tendangan mati klub tersebut karena telah melihat bakat yang selama ini belum tergali di sebagian besar awal kariernya. Transformasi ini telah mengubah The Gunners menjadi tim yang sangat tangguh dalam situasi bola mati, sebuah keunggulan yang membantu mereka meraih gelar liga pertama mereka dalam lebih dari dua dekade. Penyesuaian taktis ini bahkan membuat Gary Neville menyebut Jover sebagai orang paling menjengkelkan di dunia sepak bola karena seberapa sering taktiknya membuat frustrasi barisan pertahanan lawan. "Semua orang menikmati [tendangan bebas] sekarang, bukan?" kata Rice. "Semua orang menikmatinya sekarang."
Berbicara tentang perubahan perannya, Rice menjelaskan: “Dulu saya tidak pernah mengambil tendangan sudut atau tendangan bebas, tetapi Nico Jover dan manajer di Arsenal melihat sesuatu dalam diri saya yang tidak dilihat orang lain. Mereka mengatakan bahwa saya bisa mengarahkan bola ke area-area tertentu dari situasi bola mati yang tidak bisa dilakukan oleh siapa pun di tim Arsenal selain Bukayo Saka. Sejak saat itu, saya benar-benar menerima hal itu dan mempercayainya.”
Rencana Strategi Tuchel di Liga Premier
Sejak mengambil alih kendali, Thomas Tuchel secara terbuka mengungkapkan keinginannya agar Inggris meniru gaya permainan berintensitas tinggi dan taktis yang ketat, seperti yang terlihat setiap pekan di Liga Premier. Hal ini mencakup penekanan kuat pada situasi bola mati, yang menurut Rice telah menjadi bagian inti dari program latihan di Kansas City. Meskipun waktu yang tersedia di pemusatan latihan tim nasional terbatas, skuad ini sudah terlatih dengan baik dalam pergerakan mereka.
Rice menjelaskan proses persiapan tersebut, dengan menyatakan: "Kami telah menerapkan format ini dan cara kami akan mengeksekusi situasi bola mati sejak Thomas datang. Sebagian besar cara kami mengeksekusinya tidak banyak berubah dalam hal pergerakan, cara saya mengoper bola... Hal ini telah berlangsung selama setahun terakhir, jadi para pemain tahu apa yang akan terjadi... ke mana saya akan mengoper bola. Jadi, ada rencana permainan yang jelas dan tugas saya hanyalah mengeksekusinya, dan tentu saja para pemain harus membebaskan diri mereka di dalam kotak penalti."
-
Getty Images James menepis kekhawatiran soal kebugarannya
Meskipun Rice mendominasi berita utama berkat umpan-umpannya, kapten Chelsea Reece James juga mulai menorehkan prestasi sebagai bek kanan andalan Inggris. Setelah absen dalam sebagian fase persiapan akibat cedera otot paha belakang yang dialaminya di akhir musim liga domestik, James mulai bosan dengan pembicaraan seputar ketahanan fisiknya. Pemain berusia 26 tahun ini mencatatkan 39 penampilan musim lalu dan bertekad untuk tetap fokus pada penampilannya di lapangan.
"Orang-orang selalu membicarakan soal cedera dan ketersediaan, dan bagi saya itu sudah sangat membosankan sekarang," kata James kepada media. "Saya punya satu tugas, yaitu menjadi yang terbaik yang saya bisa saat berada di lapangan. Sejujurnya, saya mengerti stigma itu di awal, tapi setelah beberapa waktu, hal itu jadi membosankan. Saya sudah dalam kondisi fit cukup lama sebelum cedera terakhir saya, dan saya tidak terlalu memperdulikan omongan orang. Saya hanya fokus pada diri sendiri, tubuh saya, berusaha tampil sebaik mungkin, dan membantu tim tempat saya bermain."