JawaPos.com - Gelombang panas ekstrem yang melanda Korea Selatan semakin mengkhawatirkan.
Presiden Lee Jae Myung meminta seluruh kementerian dan pemerintah daerah meningkatkan perlindungan bagi warga setelah jumlah korban meninggal akibat gelombang panas mencapai 16 orang.
Di saat yang sama, suhu udara di negara itu mencetak rekor tertinggi dalam 122 tahun pengamatan cuaca.
Dalam rapat kabinet pada Selasa (4/8), Lee menegaskan pemerintah harus segera mengambil langkah untuk melindungi kehidupan masyarakat.
Termasuk memastikan sistem kelistrikan tetap andal di tengah lonjakan penggunaan pendingin ruangan (AC).
"Kita perlu melakukan upaya untuk perombakan mendasar sistem krisis nasional, karena cuaca ekstrem ini menjadi normal," kata Lee Jae Myung, dikutip dari CNA.
Pernyataan tersebut mencerminkan kekhawatiran pemerintah bahwa cuaca ekstrem kini bukan lagi fenomena sesaat, melainkan kondisi yang semakin sering terjadi akibat perubahan iklim.
Suhu 42,5 Derajat Celsius Pecahkan Rekor 122 Tahun
Badan Meteorologi Korea atau Korea Meteorological Administration (KMA) melaporkan Kota Yangsan di wilayah tenggara mencatat suhu mencapai 42,5 derajat Celsius pada Minggu (2/8).
Angka tersebut menjadi suhu tertinggi yang pernah tercatat sejak pengamatan cuaca dimulai 122 tahun lalu.
Kondisi panas yang tidak biasa juga melanda ibu kota Seoul. Untuk pertama kalinya, KMA mengeluarkan peringatan gelombang panas bagi sebagian wilayah Seoul dan Provinsi Gyeonggi pada Senin (3/8), sebelum memperluasnya ke seluruh ibu kota sehari kemudian.
JawaPos.com - Gelombang panas ekstrem yang melanda Korea Selatan semakin mengkhawatirkan.
Presiden Lee Jae Myung meminta seluruh kementerian dan pemerintah daerah meningkatkan perlindungan bagi warga setelah jumlah korban meninggal akibat gelombang panas mencapai 16 orang.
Di saat yang sama, suhu udara di negara itu mencetak rekor tertinggi dalam 122 tahun pengamatan cuaca.
Dalam rapat kabinet pada Selasa (4/8), Lee menegaskan pemerintah harus segera mengambil langkah untuk melindungi kehidupan masyarakat.
Termasuk memastikan sistem kelistrikan tetap andal di tengah lonjakan penggunaan pendingin ruangan (AC).
"Kita perlu melakukan upaya untuk perombakan mendasar sistem krisis nasional, karena cuaca ekstrem ini menjadi normal," kata Lee Jae Myung, dikutip dari CNA.
Pernyataan tersebut mencerminkan kekhawatiran pemerintah bahwa cuaca ekstrem kini bukan lagi fenomena sesaat, melainkan kondisi yang semakin sering terjadi akibat perubahan iklim.
Suhu 42,5 Derajat Celsius Pecahkan Rekor 122 Tahun
Badan Meteorologi Korea atau Korea Meteorological Administration (KMA) melaporkan Kota Yangsan di wilayah tenggara mencatat suhu mencapai 42,5 derajat Celsius pada Minggu (2/8).
Angka tersebut menjadi suhu tertinggi yang pernah tercatat sejak pengamatan cuaca dimulai 122 tahun lalu.
Kondisi panas yang tidak biasa juga melanda ibu kota Seoul. Untuk pertama kalinya, KMA mengeluarkan peringatan gelombang panas bagi sebagian wilayah Seoul dan Provinsi Gyeonggi pada Senin (3/8), sebelum memperluasnya ke seluruh ibu kota sehari kemudian.