Pramono Anung Ancam Tindak Tegas Perusahaan yang Buang Sampah Ilegal di Jakarta

Pramono Anung Ancam Tindak Tegas Perusahaan yang Buang Sampah Ilegal di Jakarta

Pantau - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan akan menindak tegas pihak swasta yang terbukti membuang dan menimbun sampah secara ilegal sebagai upaya menjaga kebersihan lingkungan di ibu kota.

Pemprov DKI Percepat Penanganan Tumpukan Sampah

Pramono mengatakan telah memerintahkan Dinas Lingkungan Hidup bekerja sama dengan Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik untuk mempercepat pengangkutan sampah yang menumpuk di berbagai lokasi.

Ia mengatakan, "Untuk sampah di Jakarta, saya sudah memerintahkan Dinas Lingkungan Hidup bekerja sama dengan Kominfotik agar sampah yang menumpuk segera diangkut dan dibersihkan. Di mana pun ada tumpukan sampah, Pemprov DKI akan bergerak cepat."

Menurut Pramono, salah satu penyebab penumpukan sampah di Ruang Terbuka Hijau Penjaringan adalah praktik ilegal pengelolaan sampah oleh pihak swasta yang menimbun sampah di lahan publik.

Ia mengatakan, "Pihak swasta yang menimbun sampah sudah kami berikan teguran keras. Perbuatan ini tidak boleh terulang. Jika masih membandel, akan kami tindak sesuai ketentuan hukum."

Pemprov DKI mengerahkan 10 truk Dinas Lingkungan Hidup dan alat berat milik Dinas Sumber Daya Air untuk membersihkan lokasi yang ditargetkan selesai dalam dua pekan.

Pengawasan dan Edukasi Terus Diperkuat

Pramono meminta masyarakat melaporkan tumpukan sampah melalui aplikasi JAKI agar dapat segera ditangani oleh pemerintah.

Pemprov DKI juga telah menjatuhkan sanksi berupa denda dan penahanan truk terhadap dua perusahaan yang terbukti membuang sampah secara ilegal di lokasi tersebut.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menekankan pentingnya edukasi pemilahan sampah dari rumah tangga untuk memperbaiki sanitasi lingkungan secara berkelanjutan.

Ia mengatakan, "Yang paling penting adalah ilmunya disebarluaskan kepada masyarakat. Sampah harus dipilah dari sumbernya, yaitu oleh warga sendiri. Saya melihat DKI Jakarta sudah secara masif melakukan edukasi tersebut, dan ini perlu terus didorong agar menjadi budaya bersama."