Marcus Rashford telah diperingatkan bahwa ia harus menyampaikan "pernyataan yang sangat kuat" kepada para pendukung dan staf Manchester United jika ia ingin memiliki harapan untuk membangkitkan kembali kariernya di Old Trafford. Setelah menghabiskan 18 bulan terakhir jauh dari klub sebagai pemain pinjaman, pemain timnas Inggris ini akan kembali ke skuad yang telah terus berkembang tanpa kehadirannya di bawah kepemimpinan Michael Carrick.
Menunjukkan kesetiaan kepada Carrick
Setelah menjalani masa peminjaman di Aston Villa dan Barcelona, pemain berusia 28 tahun ini kini berada di persimpangan jalan. Komitmen Rashford secara terbuka dipertanyakan pada paruh pertama musim 2024-25 ketika ia mengungkapkan keinginannya untuk mencari tantangan baru di luar Manchester. Pembawa acara talkSPORT, Hugh Woozencroft, menggemakan kekhawatiran ini dengan menyatakan: "Rashford mengatakan ia menginginkan tantangan baru dan kecuali Anda bisa 100 persen yakin bahwa ia sepenuhnya berkomitmen kepada Man United… ia telah menunjukkan bahwa ia tidak sepenuhnya berkomitmen saat terakhir kali berada di klub… bagaimana Anda bisa yakin ia akan berkomitmen kali ini?"
Mantan pemain internasional Inggris, Micky Gray, percaya bahwa sang penyerang harus menjelaskan keadaan kepergiannya dan menegaskan dedikasinya terhadap era baru klub, jika ia benar-benar menginginkan kesempatan kedua. "Ada beberapa hal di sini. Yang paling penting adalah, jika Rashford memiliki masa depan di Man United, ia harus membuat pernyataan yang sangat tegas mengenai mengapa ia ingin berada di Man United dan apa alasan-alasannya meninggalkan klub pada awalnya. Saya pikir itu adalah prioritas yang harus dia lakukan," kata Gray kepada talkSPORT.
-
Getty Images Tergeser dalam hierarki Old Trafford
Meskipun Rashford menjalani musim yang produktif di Spanyol—dengan mencetak 14 gol untuk Barcelona yang berhasil meraih gelar La Liga—ia akan segera kembali ke skuad United yang telah mengalami perubahan signifikan.
Gray memperingatkan bahwa lulusan akademi tersebut harus bersiap untuk peran yang lebih terbatas jika ia tetap bertahan, dengan menyatakan: "Jika ia tetap bertahan, maka ia harus terbiasa menjadi pemain cadangan. Ia bukan pilihan utama; ia tidak akan bermain setiap pekan.. [Bryan] Mbuemo, [Matheus] Cunha, [Benjamin] Sesko, Amad, untuk menyebutkan beberapa nama. Mereka telah menyamai, bahkan mungkin melampaui Rashford."
Gray menjelaskan bahwa tuntutan fisik dalam sepak bola Inggris juga akan menjadi tantangan besar bagi sang pemain sayap setelah masa-masa bermainnya di Catalunya, sambil menambahkan: “Spanyol bukanlah Inggris. Dia tampil sangat baik, tetapi dia bisa bermain di Barcelona pada level yang berbeda dibandingkan saat di Man United. Dia tidak bisa menyangkal bahwa Premier League berjalan dengan kecepatan 100mph – dia harus benar-benar bugar selama pramusim.”
Performa di kancah internasional versus ekspektasi di dalam negeri
Terlepas dari ketidakpastian seputar masa depannya di klub, Rashford tetap menjadi pemain andalan di skuad Inggris, setelah membantu The Three Lions meraih posisi ketiga di Piala Dunia 2026. Ia tampil dalam enam dari delapan pertandingan Inggris selama turnamen tersebut dan mencetak gol dalam kemenangan 4-2 atas Kroasia, yang kembali mengingatkan para penonton akan kualitasnya di panggung dunia.
Namun, Gray menyoroti: "Kita melihat sisi baik dan buruk Rashford saat membela Inggris di Piala Dunia. Bisakah Man United memanfaatkannya sedemikian rupa sehingga mereka bisa melihat sisi baiknya dan bukan sisi buruknya? Jika mereka melakukannya dan ia tetap bertahan, Rashford harus bersiap bahwa ia tidak akan bermain di setiap pertandingan."
-
Getty Images Kesepakatan pertukaran yang mungkin melibatkan Kone
Sementara rencana reintegrasi sedang dibahas, para petinggi United juga menjajaki solusi-solusi yang lebih bersifat transaksional untuk masa depan Rashford. Klub tersebut dilaporkan tertarik pada gelandang Roma, Manu Kone, namun ragu untuk memenuhi penilaian penuh sebesar €60 juta yang diajukan pihak Italia tersebut.
United telah mempertimbangkan kesepakatan pertukaran yang melibatkan Rashford untuk menutupi selisih harga tersebut. Manajer Roma, Gian Piero Gasperini, dikabarkan mengagumi kualitas teknis pemain asal Inggris tersebut, meskipun potensi transfer ini terhambat oleh tuntutan gaji yang sangat tinggi dari sang pemain.
Saat ini, Rashford menerima gaji bersih sekitar €11 juta per musim, angka yang jauh melampaui batasan anggaran Roma.
SUKA CERITA INI?
Tambahkan GOAL.com sebagai sumber pilihan di Google untuk melihat lebih banyak liputan kami