Prabowo Tegaskan Pemerintah Terbuka terhadap Aspirasi Masyarakat, Termasuk Melalui Media Sosial

Prabowo Tegaskan Pemerintah Terbuka terhadap Aspirasi Masyarakat, Termasuk Melalui Media Sosial

Pantau - Presiden Prabowo Subianto menegaskan pemerintah terbuka terhadap berbagai aspirasi masyarakat, termasuk masukan yang disampaikan melalui media sosial, saat menutup Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI).

Janji Tindak Lanjuti Aspirasi Masyarakat

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo menerima daftar usulan dan pertanyaan yang disampaikan peserta sarasehan.

Ia menyatakan seluruh usulan, baik yang berasal dari kalangan akademisi maupun masyarakat umum, akan dipelajari dan ditindaklanjuti sesuai kebutuhan.

"Saya terima daftar usulan dan daftar pertanyaan yang tadi disampaikan cukup banyak. Saya janji satu-satu akan saya perhatikan. Jangankan usul dari profesor, usul dari anak di desa yang sampai langsung ke saya lewat TikTok atau media sosial, saya segera tindak lanjuti," ungkapnya.

Menurut Prabowo, keterbukaan terhadap aspirasi mencerminkan sikap pemerintah dalam menghadapi berbagai persoalan secara terbuka.

Ia menilai keberhasilan suatu negara ditentukan oleh keberanian mengakui kesulitan, memahami akar persoalan, dan bekerja keras mencari solusi.

"Saya berkeyakinan bahwa kesulitan itu harus dihadapi. Kita harus berani menghadapi kesulitan, berani mengakui kesulitan, dan bekerja keras mencari solusi terhadap kesulitan," ujarnya.

Teknologi Diminta Dimanfaatkan untuk Kemajuan Bangsa

Prabowo mengatakan perkembangan teknologi memungkinkan pemerintah merespons berbagai persoalan masyarakat dengan lebih cepat.

Melalui teknologi dan media sosial, berbagai kendala di daerah dapat segera diketahui dan ditangani.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa teknologi juga memiliki potensi risiko apabila tidak dimanfaatkan secara tepat.

Sebagai contoh, Prabowo menyebut teknologi nuklir dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan energi listrik, tetapi juga berpotensi menimbulkan dampak negatif.

Ia meminta kalangan perguruan tinggi, termasuk guru besar dan profesor, terus mendalami pemanfaatan teknologi agar memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi kemajuan bangsa.

"Saudara-saudara, inilah nanti para guru besar, para profesor yang harus mendalami itu," tuturnya.