Polisi Buru Dua Pelaku Pelempar Bom Molotov ke Rumah Pengacara di Ciracas Jaktim

Polisi Buru Dua Pelaku Pelempar Bom Molotov ke Rumah Pengacara di Ciracas Jaktim

JAKARTA, KOMPAS.com - Polres Metro Jakarta Timur memburu dua pelaku yang diduga melempar rumah seorang pengacara di kawasan Ciracas, Jakarta Timur, menggunakan bom molotov.

Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (1/7/2026) sekitar pukul 02.30 WIB.

Saat kejadian, kedua pelaku diduga berboncengan menggunakan sepeda motor.

"Benar, pada hari, tanggal, bulan, tahun, dan tempat tersebut, sekitar pukul 02.30 WIB telah terjadi percobaan pembakaran dan perusakan berdasarkan keterangan para saksi yang berada di tempat kejadian," ujar Kasi Humas Polres Metro Jakarta Timur AKP Made Budi saat dikonfirmasi melalui pesan singkat, Sabtu (4/7/2026).

Made menjelaskan, kedua terduga pelaku datang berboncengan menggunakan sepeda motor sambil membawa sebuah botol yang diindikasikan sebagai bom molotov.

"Bahwa tindakan dilakukan oleh dua orang yang diduga pelaku menggunakan sepeda motor dengan membawa sebuah botol yang diindikasikan sebagai bom molotov," ucapnya.

Setelah melemparkan bom molotov ke rumah korban, kedua pelaku langsung meninggalkan lokasi kejadian.

"Kemudian diduga pelaku pergi meninggalkan tempat kejadian tersebut," tuturnya.

Sebelumnya, rumah seorang pengacara di Ciracas, Jakarta Timur, diteror orang tak dikenal dengan lemparan bom molotov pada Rabu (1/7/2026) dini hari.

"Sekitar pukul 02.30 pagi terjadi pelemparan bom molotov yang kemudian mengenai pintu ini. Bom itu tidak masuk ke dalam rumah. Yang terbakar hanya bagian luar, tidak sampai ke dalam," ujar Sulardi, pemilik rumah, saat ditemui, Jumat (3/7/2026).

Sulardi mengaku tidak mengenali pelaku. Menurutnya, pelaku berjumlah dua orang dan datang menggunakan sepeda motor.

Saat kejadian, kondisi lingkungan juga masih cukup ramai.

"Kalau kondisi lingkungan di sini 24 jam itu tidak pernah sepi. Kemudian saat terjadi pelemparan ini, masih ada dua orang tetangga yang sedang bermain catur di seberang jalan, tepat di depan rumah ini," tutur Sulardi.

Sulardi menjelaskan, pelaku langsung melarikan diri menggunakan sepeda motor usai melemparkan bom molotov.

Saat itu, warga sempat berusaha memanggil pelaku.

"Jadi mereka juga tidak melakukan upaya apa-apa, hanya langsung pergi. Mereka juga tidak berteriak atau melakukan tindakan lain. Hanya karena bom molotov ini pecah, saya akhirnya terbangun," kata Sulardi.

Sulardi juga mengungkapkan, sehari sebelum kejadian, tepatnya pada Selasa (30/6/2026) sekitar pukul 21.00 WIB, rumahnya diduga sempat diintai oleh sejumlah orang tak dikenal.

"Sekitar pukul 21.00 WIB, ada tiga orang atau lebih yang berpura-pura membeli jamu. Mereka mengobrol di belakang gerobak jamu sambil menggunakan telepon genggam untuk berkomunikasi dengan seseorang, tetapi mereka tidak menjelaskan sedang berkomunikasi dengan siapa," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Nikmati Fitur Lengkap KARIN dengan KOMPAS.com PLUS

Dapatkan lebih banyak kuota, pahami berita lebih cepat, dan gali konteks mendalam dari artikel KOMPAS.com.