Bagaimana nasib si kembar?
Mustafa Abu Zahra, anggota Federasi Sepak Bola Mesir, mengungkap kejutan besar seputar "kembar" Hossam Hassan, pelatih tim nasional Mesir, dan saudaranya yang menjabat sebagai manajer "Al-Fara'una".
Keduanya berhasil membawa timnas Mesir melaju ke babak 16 besar untuk pertama kalinya dalam sejarah Piala Dunia, namun petualangan tersebut berakhir di tangan Argentina, dengan kekalahan (2-3).
Abu Zahra mengatakan dalam pernyataannya melalui jaringan saluran "On Sport": "Hossam dan Ibrahim berbeda dari orang-orang lain yang pernah saya temui, karena mereka tidak meminta keuntungan materi apa pun selama periode tersebut."
Baca juga.. Husam Hassan: Saya melarang para pemain menyebut nama Messi.. dan saya tidak membelanya karena alasan ini
Ia menambahkan: “Saya akan mengungkap beberapa hal yang tidak diketahui banyak orang, terutama banyaknya tawaran yang diterima keduanya untuk hengkang dari timnas Mesir, namun mereka menolak melepaskan posisi mereka, dan akan melanjutkan perjalanan mereka bersama timnas Mesir.”
Ia melanjutkan: “Namun, saya telah berbicara dengan Ketua Federasi Sepak Bola Mesir mengenai masa depan ‘si kembar’ ini, dan beliau menegaskan kepada saya pentingnya mereka tetap bertahan serta memenuhi semua permintaan demi kelangsungan kesuksesan ini.”
Sementara itu, Ibrahim Hassan menegaskan bahwa tidak ada niat sama sekali untuk meninggalkan tim nasional Mesir, sambil menjelaskan: “Tidak ada uang apa pun yang bisa membuat kami meninggalkan pengabdian kepada negara.”
Dia menambahkan: “Sebagai contoh, jika kami ditawari seribu pound di tempat lain dibandingkan dengan 10 pound bersama tim nasional Mesir, kami akan memilih untuk mewakili negara kami.”