Perbaikan 9 Jembatan Rusak Akibat Bencana di Lombok Tengah Diusulkan ke BNPB, Butuh Rp 45 M

Perbaikan 9 Jembatan Rusak Akibat Bencana di Lombok Tengah Diusulkan ke BNPB, Butuh Rp 45 M

LOMBOK TENGAH, KOMPAS.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) mengusulkan perbaikan sembilan jembatan rusak ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Sebab, untuk memperbaiki sembilan jembatan tersebut, diperkirakan membutuhkan anggaran mencapai Rp 45 miliar. Sementara kondisi fiskal daerah sedang tertekan.

"Karena kondisi keuangan daerah seperti ini, kami coba ikhtiarkan perbaikan jembatan yang rusak akibat bencana itu melalui bantuan dari BNPB," ujar Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Lombok Tengah, Rahadian, Rabu (15/7/2026), dilansir dari Antara.

Lokasi Jembatan Rata-rata Menuju Area Wisata

Lanjut Rahadian, jembatan yang rusak akibat bencana itu berada di sembilan lokasi, baik itu jembatan penghubung antara kecamatan, desa, hingga dusun.

Di antaranya di Desa Aik Bual, Desa Tanak Rarang, Pagutan, Bonder, Karangsidemen dan Desa Selong Belanak.

"Lokasi jembatan itu rata-rata menuju tempat wisata, sehingga kami juga telah mengajukan kepada Kementerian Pariwisata juga," katanya.

Di sisi lain, Pemkab Lombok Tengah sendiri sedang melakukan pembangunan jembatan di Desa Aik Bual pada tahun anggaran 2026.

Namun anggaran yang dialokasikan saat ini untuk pembangunan konstruksi jembatan.

"Artinya pembangunan dilakukan secara bertahap, karena kondisi anggaran," tuturnya.

Jika Disetujui BNPB, Pembangunan Dilakukan 2027

Menurut Rahadian, BNPB telah memberikan respons baik. Sehingga dari sejumlah usulan itu ada lima jembatan yang dokumennya telah lengkap dan sisanya sedang dalam proses.

"Ke depan tim dari BNPB akan turun melakukan verifikasi terhadap jembatan yang diusulkan tersebut," ucapnya.

Lanjut dia, jika usulan jembatan tersebut disetujui dari BNPB, realisasi pekerjaan ditargetkan di tahun anggaran 2027.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang