CNN Indonesia
Artikel ini mengandung spoiler.
Obsession menjadi salah satu film horor yang sukses secara box office dan tuai pujian kritikus tahun ini. Mengangkat kiasan klasik soal konsekuensi mengerikan dari permohonan, film ini menyajikan konklusi luar biasa brutal dan kelam.
Alur utama film ini berpusat pada Bear (Michael Johnston) yang menggunakan benda misterius One Wish Willow agar rekan kerjanya, Nikki (Inde Navarrette), membalas cintanya.
Kebahagiaan awal Bear segera berubah menjadi mimpi buruk saat cinta Nikki berkembang menjadi obsesi ekstrem yang mematikan. Bear mulai panik dan mencoba mencari One Wish Willow lain untuk mengakhiri penderitaan itu.
Sialnya, ia tidak bisa menggunakannya lagi karena setiap orang hanya memiliki satu kali kesempatan memohon. Sadar bahwa ia terkunci selamanya dalam lingkaran setan bersama Nikki, Bear mengunci diri di dalam kamar mandi.
Di dalam ruang sempit tersebut, kepanikan Bear memuncak. Ia sempat mempertimbangkan mengakhiri hidup untuk mengikuti saran helpline serta pria di toko kristal, tapi ia akhirnya mengurungkan niat itu.
Sebagai gantinya, Bear memilih menenggak seluruh isi botol obat yang di awal film merenggut nyawa kucing peliharaannya, Sandy.
Namun, rasa penyesalan langsung datang seketika, membuat Bear berusaha memuntahkan kembali pil-pil tersebut. Anehnya, ia tiba-tiba menghentikan proses itu dan melangkah keluar kamar mandi untuk menemui Nikki.
Adegan tersebut banyak yang mengartikannya sebagai momen pasrah Bear menerima takdir, tapi kebenaran di baliknya jauh lebih mengerikan.
Saat Bear terduduk di lantai kamar mandi, sesungguhnya terdengar samar-samar suara retakan ikonis pertanda sebatang One Wish Willow sedang diaktifkan.
Sepanjang babak kedua, intensitas kegilaan Nikki sebenarnya dipicu rasa tidak amannya karena mengetahui Bear tidak benar-benar membalas cintanya dengan intensitas yang sama.
Keraguan komitmen Bear ini lah yang membuat Nikki lepas kendali hingga membunuh Ian dan Sarah. Saat Bear mengunci diri di kamar mandi, jeritan panik Nikki kembali pecah di luar luar ruangan.
Tanpa diketahui Bear, Nikki menemukan ranting One Wish Willow baru yang tergeletak di lantai luar dan mematahkannya.
Permohonan Nikki sangat jelas, yakni ingin Bear mencintainya dengan cara yang sama.
Efek magis dari permohonan baru lah yang seketika menghentikan Bear dari usahanya memuntahkan obat, memaksanya keluar dari kamar mandi dalam kondisi balik terobsesi kepada Nikki.
Skenario film horor kelas bawah mungkin akan menyudahi cerita di titik ini, membiarkan Bear tunduk pada teror mistis yang ia lepaskan sendiri.
Namun, Obsession belum selesai. Efek overdosis obat yang terlanjur ditelan Bear tetap bekerja, membuat laki-laki itu tewas mengenaskan di pelukan Nikki yang histeris.
Kematian Bear sempat memicu momen dramatis mirip kisah Romeo dan Juliet saat Nikki yang berduka mencoba meraih pistol untuk mengakhiri hidupnya.
Namun tepat sebelum pelatuk ditarik, kematian Bear otomatis membatalkan permohonan pertamanya. Mantra itu hancur, dan kesadaran Nikki yang asli seketika kembali ke tubuhnya.
Sayangnya, kembalinya kesadaran ini bukan akhir yang bahagia bagi Nikki.
Sepanjang masa kepemilikan tubuhnya oleh entitas gaib tersebut, jiwa Nikki yang asli sebenarnya tetap terjaga secara samar dan merasakan seluruh penderitaan dari dalam.
Ketika ia mendapatkan kendali penuh atas dirinya kembali, hantaman trauma psikologis langsung membuatnya menangis histeris sebagai raga yang rusak. Situasi Nikki dipastikan akan menjadi jauh lebih buruk setelah malam itu.
CNN Indonesia
Meskipun tidak memegang kendali atas kesadarannya, secara fisik tubuh Nikki lah yang bertanggung jawab atas pembunuhan keji terhadap Sarah dan Ian. Rekam jejak DNA miliknya tertinggal di seluruh tempat kejadian perkara.
Realitas pahit menanti Nikki karena ia akan menghabiskan sisa hidupnya di balik jeruji besi penjara atau di dalam fasilitas rumah sakit jiwa.
Sebab, di dunia nyata, tidak akan ada satu pun aparat hukum atau juri pengadilan yang percaya pada pembelaan terkait permohonan mistis yang memaksanya melakukan semua itu.
Kehancuran hidup Nikki ini lah yang membuat kematian Bear terasa sebagai sebuah ganjaran yang setimpal. Sepanjang film, setiap tindakan Bear digerakkan oleh keegoisan yang absolut, termasuk keputusan overdosis di akhir cerita.
Ia tidak menenggak obat-obatan itu untuk menyelamatkan Nikki atau mengembalikan kehidupan wanita tersebut, tapi melakukannya murni karena ego pribadinya tidak sanggup lagi mengatasi dampak dari perilaku obsesif Nikki.
Penonton sebenarnya telah diperlihatkan beberapa momen ketika kesadaran asli Nikki mencoba melawan dari dalam tubuhnya.
Dalam satu adegan, Nikki bahkan sempat memohon kepada Bear untuk membunuhnya.
Namun dengan egois, Bear justru bertanya apa salahnya hidup bersama dirinya, yang langsung dijawab Nikki dengan kalimat pilu, "Aku tidak sedang bersamamu." Hal ini menegaskan bahwa tubuh Nikki telah dirasuki entitas lain akibat permohonan tersebut.
Peringatan serupa juga datang dari agen saluran bantuan yang menawarkan kesempatan kepada Bear untuk berbicara langsung dengan Nikki yang asli, yang kemudian disusul jeritan kesakitan yang memilukan dari seberang telepon.
Sayangnya, Bear baru benar-benar bergerak mencari bantuan setelah kematian Sarah mengancam keselamatan nyawanya sendiri.
Bahkan ketika Bear akhirnya mengakui bahwa permohonannya telah berjalan terlalu jauh, motivasinya tetap berpusat pada kenyamanan dirinya sendiri.
Terjebak dengan pasangan yang sangat cemburu dan tidak segan-segan membunuh membuat Bear ingin keluar dari situasi tersebut. Ia tidak ingin membatalkan permohonannya; ia hanya ingin mengubahnya agar Nikki menjadi lebih tenang.
Hal ini terbukti saat ia bertanya kepada agen saluran bantuan apakah permohonan tersebut bisa dimodifikasi, bukan dibatalkan. Karakter Bear yang egois dan pengecut sejak awal film pada akhirnya mengunci takdir tragisnya sendiri.
Obsession tayang 26 Juni di bioskop Indonesia.