- Liverpool resmi merekrut Victor Munoz dari Osasuna seharga 40 juta euro pada musim panas 2026, menjadikannya pemain Spanyol ketujuh dalam sejarah klub tersebut.
- Sebelum Munoz, enam pemain Spanyol pernah membela Liverpool dengan hasil beragam; sebagian gagal bersinar seperti Aspas dan Alberto, sementara Moreno dan Adrian memberi kontribusi signifikan.
- Thiago Alcantara menjadi rekrutan Spanyol terakhir sebelum Munoz, tampil impresif namun kariernya di Liverpool terganggu cedera hingga akhirnya pensiun pada 2024.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Victor Munoz resmi diperkenalkan sebagai rekrutan terbaru Liverpool pada musim panas 2026. Talenta muda berusia 22 tahun ini ditebus dari Osasuna seharga 40 juta euro atau sekitar Rp814 miliar. Dalam sejarahnya, Liverpool tidak banyak diperkuat pemain dari Spanyol. Sebelum Victor Munoz, ada enam pemain Spanyol yang pernah membela Liverpool. Seperti apa performanya?
1. Iago Aspas gagal bersinar meski dipercaya sebagai ujung tombak serangan
Iago Aspas bergabung dengan Liverpool pada musim panas 2013. Kala itu, ia meninggalkan Celta Vigo setelah ditebus senilai 10,8 juta euro atau Rp219 miliar. Sayangnya, kariernya hanya bertahan semusim setelah gagal menunjukkan performa terbaiknya.
Bisa dibilang, Aspas tak mampu beradaptasi cepat dengan sepak bola Inggris. Sebab, ia mampu mengemas 50 gol dan 16 assist dari 116 laga selama 4 musim di tim utama. Nahasnya, ia hanya bisa membuat 1 gol dan 1 assist dari 15 penampilan. Liverpool lalu meminjamkannya kepada Sevilla pada 2014/2015 dan dipermanenkan klub Spanyol itu setahun setelahnya.
2. Luis Alberto kalah bersaing di lini tengah Liverpool
Pada musim panas tahun yang sama 2013, Liverpool merekrut Luis Alberto. Liverpool kepincut terhadap talentanya sebagai pemain muda ketika menjalani peminjaman di Barcelona B. Liverpool akhirnya membelinya dari Sevilla seharga 8 juta euro atau Rp162 miliar.
Namun, Alberto gagal mengeluarkan potensinya. Sebagai perantau berusia 21 tahun, ia kalah bersaing dengan Steven Gerrard, Lucas Leiva, Philippe Coutinho, Joe Allen, hingga Jordan Henderson. Ia hanya memainkan 12 laga dengan mayoritas sebagai pemain pengganti. Liverpool lalu meminjamkannya kepada Malaga dan Deportivo La Coruna selama 2 musim beruntun sebelum akhirnya dibeli Lazio pada musim panas 2016.
3. Javier Manquillo hanya semusim membela Liverpool sebagai pemain pinjaman
Liverpool kembali merekrut pemain muda lain bernama Javier Manquillo pada musim panas 2014. Kala itu, ia tampil menjanjikan meski baru naik ke tim utama Atletico Madrid. Liverpool meminjamnya selama musim 2014/2015 dengan biaya 2 juta euro atau sekitar Rp40,7 miliar.
Sayangnya, manajemen Liverpool kembali gagal dengan percobaan merekrut pemain muda. Manquillo yang saat itu baru 19 tahun mengalami kesulitan meski sempat menjanjikan pada awal musim. Ia dipercaya tampil 19 kali sebagai bek kanan dengan kontribusi 2 assist. Kontrak peminjaman yang sejatinya berlangsung 2 tahun diakhiri lebih cepat pada musim panas 2015.
4. Alberto Moreno mengalami performa naik turun sebagai bek kiri
Liverpool tidak hanya merekrut Javier Manquillo pada musim panas 2014. Liverpool juga mendatangkan Alberto Moreno dari Sevilla senilai 18 juta euro atau Rp366 miliar. Bedanya, Moreno menuai kesuksesan melalui catatan 141 penampilan dengan 3 gol dan 11 assist.
Moreno datang untuk mengisi pos bek kiri. Ia berada di Anfield selama 5 tahun hingga 2019. Meski performanya naik turun dan mulai tergeser karena pergantian pelatih, kontribusinya tetap ada saat Liverpool membangun bersama Juergen Klopp. Ia turut membantu Liverpool buka puasa gelar dengan menjuarai Liga Champions Eropa pada musim terakhirnya 2018/2019.
5. Adrian hanya menjadi kiper pelapis selama memperkuat Liverpool
Setelah kepergian Alberto Moreno pada musim panas 2019, Liverpool mendatangkan Adrian secara bebas transfer. Perekrutannya bertujuan untuk menjadi pelapis Alisson menyusul kepergian Simon Mignolet. Adrian memperkuat Liverpool selama 5 tahun hingga 2024.
Kendati menjadi kiper kedua, Adrian cukup betah di Anfield. Ia diturunkan 26 kali dengan catatan 6 clean sheet dan kebobolan 36 gol. Ia berhasil membantu Liverpool meraih English Premier League, UEFA Super Cup, Piala Dunia Antarklub, Piala FA, dan Piala Liga Inggris.
6. Thiago Alcantara kurang maksimal di Liverpool karena kerap cedera
Thiago Alcantara menjadi pemain Spanyol terakhir yang direkrut Liverpool sebelum Victor Munoz. Sang gelandang datang ke Anfield pada musim panas 2020. Liverpool menebusnya dari Bayern Munich dengan biaya senilai 22 juta euro atau sekitar Rp448 miliar.
Thiago datang dengan reputasi besar setelah membantu Bayern Munich meraih treble winner pada 2019/2020. Namun, kiprahnya di Liverpool naik turun karena faktor cedera. Selama 4 tahun di Anfield, ia hanya memainkan 98 laga dengan kontribusi 3 gol dan 6 assist.
Kendati demikian, Thiago pernah menjalani musim terbaiknya pada 2021/2022 ketika Liverpool hampir meraih quadruple. Namun, Liverpool hanya bisa menjuarai Piala FA dan Piala Liga Inggris. Di Premier League dan Liga Champions, Liverpool mesti puas sebagai runner up. Karena faktor cedera juga, Thiago memutuskan pensiun pada musim panas 2024.
Dari sederet pemain di atas, tidak semuanya sukses di Liverpool. Meski begitu, beberapa di antaranya mampu diandalkan hingga membantu tim juara. Kini, Victor Munoz diharapkan bisa mengeluarkan potensinya untuk membawa Liverpool kompetitif di berbagai ajang.
This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.