- FBI berhasil menangkap hacker asal Iran di Montenegro setelah ia kabur usai meretas lebih dari 150 universitas di AS dengan kerugian mencapai 3,4 miliar dolar AS.
- Peretasan dilakukan untuk mendanai Korps Garda Revolusi Iran dan beberapa universitas di Iran melalui pengurasan rekening bank milik kampus-kampus Amerika Serikat.
- Tersangka berusia 39 tahun dengan kewarganegaraan ganda Iran-Turki kini diproses di pengadilan tinggi Montenegro sebelum diekstradisi ke Amerika Serikat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Jakarta, IDN Times - Biro Investigasi Federal (FBI) Amerika Serikat berhasil menangkap hacker asal Iran yang kabur ke Montenegro. Penangkapan itu terjadi berkat kerja sama apik dengan pihak kepolisian Montenegro.
Kepolisian Montenegro pada Kamis (25/6/2026) mengatakan, hacker Iran berusia 39 tahun itu ditangkap di sebuah resort yang ada di wilayah pesisir Adriatic. Ia ditangkap karena melakukan peretasan di sejumlah universitas di Negeri Paman Sam hingga menimbulkan kerugian lebih dari 3,4 miliar dolar AS atau Rp60,9 triliun.
1. Peretasan dilakukan untuk mendanai Korps Garda Revolusi Iran
Menurut FBI, peretasan tadi dilakukan ke rekening bank milik sejumlah kampus yang ada di AS. Namun, tidak dijelaskan kampus mana saja yang dimaksud. Peretasan ini bertujuan untuk menguras habis uang yang ada di rekening.
FBI menambahkan, uang itu nantinya akan digunakan untuk mendanai Korps Garda Revolusi Iran (IRGC). Selain itu, uang tersebut juga akan digunakan untuk mendanai sejumlah universitas yang ada di Iran.
2. Tersangka sudah dibawa ke pengadilan tinggi Montenegro
Hingga saat ini, belum diketahui pasti siapa nama dari hacker Iran tersebut. Namun, kepolisian Montenegro mengatakan, ia punya dua kewarganegaraan, yakni Iran dan Turki. Saat ini, tersangka sudah dibawa ke pengadilan tinggi Montenegro. Ia akan diproses lebih lanjut secara hukum sebelum diekstradisi.
"Mulai tahun 2013 dan seterusnya, dia melakukan serangan peretasan besar-besaran yang menargetkan lebih dari 150 universitas di Amerika Serikat. (Peretasan ini) menyebabkan kerugian yang diperkirakan mencapai lebih dari 3,4 miliar (dolar AS)," bunyi pernyataan resmi kepolisian Montenegro, seperti dilansir Jerusalem Post.
3. Hacker Iran sering melakukan peretasan di AS
Hacker Iran sendiri memang sering melakukan peretasan di wilayah AS. Bahkan, pada April lalu, otoritas intelijen AS melaporkan peningkatan aktivitas peretasan yang dilakukan hacker Iran. Peretasan tersebut umumnya ditargetkan ke sejumlah fasilitas dan infrastruktur vital milik Negeri Paman Sam.
Oleh karena itu, Pemerintah AS menegaskan akan menumpas seluruh hacker Iran yang mencoba meretas di wilayahnya. Sebab, aksi tersebut sudah jelas ilegal dan berpotensi merugikan banyak orang yang tidak bersalah.
This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.