JAKARTA, KOMPAS.com - Petugas Suku Dinas Perhubungan Jakarta Selatan menertibkan kendaraan bermotor yang terparkir di pinggir jalan dan trotoar kawasan Senopati, Jakarta Selatan, Kamis (25/6/2026) sore.
Sebanyak delapan unit sepeda motor dan satu mobil diangkut ke Kantor Sudinhub Jaksel.
Ada pula 17 sepeda motor yang dikempeskan bannya atau operasi cabut pentil (OCP).
Kasudinhub Jakarta Selatan, Bernad Pasaribu, mengatakan, penertiban ini dilakukan karena kendaraan telah merebut hak pejalan kaki dengan menggunakan trotoar.
“Iya ada yang diangkut, karena parkirnya di trotoar. Hak pejalan kaki digunakan untuk parkir mobil,” kata Bernad saat dihubungi Kompas.com lewat WhatsApp, Kamis.
Kata Bernad, mobil-mobil yang terparkir di trotoar ini menggunakan jasa valet.
Kemudian saat petugas Dishub datang ke lokasi, petugas valet langsung bergegas memindahkan kendaraan.
Petugas Dishub di lokasi pun berupaya meminta agar petugas valet tidak menggunakan trotoar.
Begitu pula dengan sepeda motor yang diparkir di pinggir jalan.
Petugas menunggu hingga 10 menit. Ketika tak ada pemilik datang mengambil kendaraannya, saat itulah petugas Dishub mengangkut sepeda motor dan mobil tersebut.
“Kami sudah sosialisasikan sampai akhirnya kami lakukan penindakan,” kata dia.
Namun, saat petugas Dishub sudah meninggalkan lokasi, trotoar di sepanjang Jalan Senopati kembali diduduki mobil-mobil mewah. Sementara area pinggir jalan dipadati sepeda motor.
Menanggapi hal tersebut, Bernad bilang akan menurunkan anggotanya lagi di saat aktivitas di Senopati mulai ramai.
“Insya Allah besok kami akan lakukan hal yang sama (penertiban),” tutup Bernad.
Sebelumnya, penertiban oleh Dishub di malam hari membuat arus lalu lintas yang biasanya padat akibat parkir valet pinggir jalan, menjadi lebih lancar.
Pelaku usaha pun mengakui keterbatasan wilayah parkir sehingga menggunakan jasa valet untuk mencarikan tempat parkir pelanggannya.
“Ya saya sebagai pelaku usaha cuma bisa mengikuti peraturan daerah. Kalau ini kan tugasnya di valet. Kalau enggak cukup, valet yang pindahkan ke tempat lain,” kata seorang pemilik klinik di sana, Indra (53).
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarangNikmati Fitur Lengkap KARIN dengan KOMPAS.com PLUS
Dapatkan lebih banyak kuota, pahami berita lebih cepat, dan gali konteks mendalam dari artikel KOMPAS.com.