- Krisis RAM dan harga HP yang naik bikin banyak orang beralih ke HP bekas, tapi usia perangkat jadi faktor penting sebelum membeli.
- HP flagship bekas ideal dibeli saat usianya 1–2 tahun karena performa masih kuat dan update software panjang, sedangkan mid-range dan entry level sebaiknya pilih yang lebih muda.
- Sebelum beli HP bekas, pastikan cek kondisi fisik, fungsi utama, kesehatan baterai, serta beli dari penjual terpercaya agar terhindar dari unit bermasalah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Krisis RAM dan kenaikan harga HP menjadi momok yang mengerikan bagi banyak orang. Sebab, dengan budget yang tinggi, kamu belum tentu mendapat HP berkualitas yang punya kamera bagus atau performa ngebut. Hal tersebut membuat pamor HP bekas makin naik dan HP bekas mulai jadi incaran.
Meski begitu, membeli HP bekas tak bisa disamakan dengan membeli HP baru. Salah satu aspek yang harus kamu perhatikan adalah usia dan tahun produksinya. Semakin tua usianya, HP bekas biasanya punya banyak masalah. Berikut panduan beli HP bekas berdasarkan usianya yang bisa jadi acuanmu.
1. HP flagship bekas (usia 1-4 tahun)
Dilansir Android Police, HP flagship bekas dengan value tertinggi adalah model yang usianya sekitar 1 atau 2 tahun. Sebab, harganya sudah cukup miring, performanya masih sangat bersaing, dan kamu masih mendapat update software yang panjang. Jika hendak membeli HP flagship bekas pada 2026, artinya kamu bisa mencari model rilisan 2024 atau 2025. Jika ingin lebih hemat, kamu juga bisa membeli HP flagship bekas yang usianya 3 hingga 4 tahun. Sayangnya, performanya tak bisa terlalu diandalkan dan jaminan update software-nya juga sudah berkurang cukup banyak.
2. HP mid-range bekas (usia 1-3 tahun)
Jika melihat spesifikasinya, idealnya kamu bisa membeli HP mid-range bekas yang usianya sekitar 1 hingga 2 tahun. Sebab, di rentang 1-2 tahun biasanya tak ada perubahan berarti pada spesifikasi dan fitur HP mid-range. Hal tersebut membuat HP bekas yang kamu beli masih terlihat modern dan tidak ketinggalan zaman.
Contohnya, Samsung Galaxy A56 (2025) dan Galaxy A55 (2024) punya spesifikasi yang serupa, entah itu di kamera atau layar. Xiaomi 15T (2025) dan Xiaomi 14T (2024) juga punya konfigurasi kamera serupa dan chipset yang hanya terpaut satu generasi. HP mid-range berusia 3 juga cukup menarik. Meski begitu, spesifikasinya lumayan "kuno" jika dibandingkan dengan model terbaru.
3. HP entry level bekas (usia 1-2 tahun)
Entry level merupakan kelas paling rendah di kasta HP. Harganya jadi yang paling terjangkau, desainnya biasa saja, bahkan performanya kurang bisa diandalkan untuk kegiatan menengah hingga berat. Setiap tahunnya, spesifikasi dan fitur HP entry level juga tak banyak berubah. Kebanyakan HP entry level masih menggunakan chipset 4G, punya layar 90 atau 120 Hz, dan hanya memiliki satu kamera fungsional.
Sangat disarankan untuk membeli HP entry-level bekas yang usianya masih muda, yaitu 1 tahun. Sebenarnya kamu juga bisa membeli HP entry level berusia 2 tahun karena spesifikasinya tak jauh berbeda dengan HP berusia 1 tahun. Namun, jika melihat marketplace online, harga bekasnya tak jauh berbeda dari HP berusia 1 tahun. Karena itu, lebih baik beli HP yang usianya lebih muda.
4. Beberapa hal yang harus dicek ketika beli HP bekas
Dalam membeli HP bekas, ada beberapa hal yang harus menjadi perhatian agar kamu tak tertipu dan mendapat unit yang tidak bermasalah. Beberapa di antaranya adalah memperhatikan harga dan membeli dari penjual terpercaya. Berikut penjelasan lengkapnya yang dirangkum dari berbagai sumber.
Beli HP bekas dari penjual terpercaya yang punya rating tinggi dan tak bermasalah. Kamu juga bisa beli HP di berbagai marketplace online.
Cek kondisi fisik HP, mulai dari kemulusan layar, apakah terdapat dent, hingga inspeksi apakah ada baret atau tidak.
Cek semua fungsional, seperti speaker, kamera, kemampuan menangkap sinyal, perekaman video, mikrofon, hingga kemampuan pengecasan.
Tanyakan kondisi HP secara mendetail kepada penjual, seperti asal-usulnya dan mengapa HP tersebut dijual (jika penjual tahu).
Cek kesehatan baterai. Caranya dengan melihat battery health di Pengaturan/Settings.
Lakukan research terkait spesifikasi, kemampuan, dan harga pasaran dari HP yang hendak dibeli.
Semoga panduan beli HP bekas berdasarkan usianya tersebut bisa membantu kamu. Tak hanya usianya, pastikan juga HP bekas yang dibeli belum pernah dibongkar dan merupakan barang original. Pasalnya, HP bekas yang usianya sudah terlalu tua biasanya memiliki riwayat servis atau komponennya sudah diganti. Karena itu, kamu harus cermat saat membeli HP bekas.
This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.