KOMPAS.com - Nama Ferran Torres mendadak menjadi pusat perhatian publik internasional setelah tampil sebagai pahlawan kemenangan bagi negaranya lewat torehan gol krusial pada babak perpanjangan waktu di partai puncak.
Keberhasilan tersebut mengantarkan Timnas Spanyol merengkuh gelar juara dunia yang kedua kalinya.
Kendati demikian, aksi Ferran Torres saat mengenakan topi bertuliskan 'Make Spain Great Again' dalam selebrasi kemenangan di Madrid justru memicu perbincangan hangat di berbagai belahan dunia.
Atribut kontroversial yang dikenakan oleh Ferran Torres tersebut ditafsirkan banyak pihak sebagai bentuk plesetan lucu dari slogan kampanye politik terkenal milik Donald Trump, yakni "Make America Great Again".
Respon Donald Trump
Meskipun sang penyerang belum memberikan keterangan resmi terkait maksud di balik tindakan tersebut, tanggapan tak terduga justru datang langsung dari Amerika Serikat.
Saat menggelar sesi konferensi pers di Washington, Donald Trump secara terbuka memberikan pembelaan dan apresiasi terhadap gestur pemain Barcelona tersebut.
“Dia pemain hebat. Dia mengenakan topi (Make Spain Great Again). Itu isyarat yang bagus, dan saya pikir dia melakukannya dengan niat baik. Kami menghargai itu,” kata Trump dikutip dari Marca melalui Barca Universal, Minggu (26/7/2026).
Pernyataan tersebut tentu menarik atensi publik, mengingat motif di balik tindakan penyerang andalan Spanyol itu masih menuai tanda tanya, apakah merupakan bentuk dukungan atau sekadar sindiran humoris kepada kubu Timnas Argentina yang mereka taklukkan di final Piala Dunia 2026.
???? La reacción de Trump tras ver la gorra de Ferran Torres en la rúa
???? "Es un gran jugador. Llevaba puesta una gorra de 'Make America Great Again'. Fue un bonito homenaje, y creo que lo hizo con muy buena intención. Se lo agradecemos mucho" pic.twitter.com/jXXuxpGloT
— Mundo Deportivo (@mundodeportivo) July 25, 2026
Masa Depan di Bursa Transfer
Di tengah kehebohan selebrasi kemenangan tersebut, spekulasi mengenai masa depan sang pemain di level klub justru semakin memanas.
Kontrak penyerang andalan Timnas Spanyol itu di Camp Nou diketahui akan segera kedaluwarsa pada akhir musim depan.
Sejumlah klub top Eropa dikabarkan mulai memantau situasinya dengan cermat, termasuk raksasa Ligue 1 Paris Saint-Germain, serta rumor mengejutkan dari rival abadi klub Catalan, yakni Real Madrid, meski kepindahan ke kubu Los Blancos dinilai kecil kemungkinannya terjadi.
Kendati demikian, opsi hengkang dari klub terbuka lebar mengingat manajemen Blaugrana sedang berupaya keras merombak lini serang usai melepas Robert Lewandowski.
Kepergian sang pemain berpotensi meninggalkan lubang besar di lini depan, yang dapat memaksa klub bergerak agresif di bursa transfer.
Di sisi lain, Atletico Madrid dilaporkan enggan membiarkan target buruan mereka merapat ke rival langsung, sehingga menambah kerumitan peta transfer musim panas ini.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang