KOMPAS.com - Komite Olimpiade Internasional (IOC) menyatakan, tidak akan menyelidiki dugaan keterlibatan Presiden FIFA Gianni Infantino dalam keputusan pencabutan hukuman larangan bermain satu pertandingan yang dijatuhkan kepada penyerang Amerika Serikat, Folarin Balogun.
IOC menilai pengaduan terkait keputusan tersebut berada di luar lingkup kewenangan Komisi Etik mereka.
Keputusan itu diambil setelah organisasi nirlaba FairSquare mengajukan pengaduan yang menuding Infantino telah melanggar Piagam Olimpiade karena tidak mematuhi prinsip netralitas politik.
FairSquare menyoroti dugaan dukungan Infantino terhadap Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Organisasi tersebut menduga Infantino mungkin memiliki peran dalam keputusan FIFA untuk menangguhkan hukuman Balogun setelah Trump disebut meminta agar kasus kartu merah sang pemain ditinjau kembali.
Infantino telah membantah campur tangan dalam proses pengambilan keputusan tersebut.
Pada Jumat (24/7/2026), IOC menyatakan pengaduan terhadap Infantino telah dianalisis secara menyeluruh. Tetapi, mereka menyimpulkan kasus tersebut tidak berada dalam yurisdiksi Komisi Etik IOC.
"Pengaduan saat ini terkait Presiden FIFA hanya mengacu pada keputusan federasi internasional mengenai tata kelola dan pengelolaannya, termasuk hubungan dengan pemerintah, serta penerapan aturan olahraga oleh federasi internasional. Keduanya berada di luar ruang lingkup penerapan Kode Etik IOC," demikian pernyataan IOC, dikutip dari The Athletic.
Berawal dari hukuman Folarin Balogun
Kasus ini bermula ketika Folarin Balogun mendapat kartu merah langsung saat Amerika Serikat menghadapi Bosnia dan Herzegovina pada babak 32 besar Piala Dunia 2026.
Berdasarkan aturan FIFA, kartu merah tersebut secara otomatis membuat Balogun harus menjalani hukuman larangan bermain satu pertandingan.
Namun, Komite Disiplin FIFA kemudian menangguhkan sanksi tersebut sehingga Balogun dapat tampil ketika Amerika Serikat menghadapi Belgia pada babak berikutnya.
Presiden AS Donald Trump kemudian mengungkapkan bahwa dirinya telah menelepon Gianni Infantino dan meminta agar kasus Balogun ditinjau ulang.
"Saya hanya meminta peninjauan karena saya tidak berpikir itu adalah pelanggaran. Dan sekali lagi, saya cukup bagus dalam hal ini. Saya pikir mereka membuat keputusan yang brilian. Saya pikir keputusan wasit sangat buruk," kata Trump setelah sanksi tersebut dicabut.
Balogun akhirnya tampil sebagai starter saat Amerika Serikat menghadapi Belgia. Namun, AS harus tersingkir setelah mengalami kekalahan telak 1-4.
Infantino membantah bahwa dirinya ikut campur dalam proses pengambilan keputusan terkait sanksi Balogun.