Ngaku Kompol, Pria Berseragam Polisi Gondol Motor Anggota Satpol PP di Medan

Ngaku Kompol, Pria Berseragam Polisi Gondol Motor Anggota Satpol PP di Medan

Seorang anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Medan, Ardi Kusuma Damanik, menjadi korban dugaan penipuan oleh pria yang mengenakan seragam polisi berpangkat Komisaris Polisi (Kompol). Pelaku meminjam sepeda motor milik Ardi dengan alasan hendak menjemput anaknya, namun hingga kini tak kunjung mengembalikannya.

Peristiwa itu terjadi di area parkir belakang Kantor Wali Kota Medan.

Ardi menceritakan, saat itu ia sedang berjaga ketika melihat seorang pria berbincang dengan seorang tukang becak. Tak lama kemudian, pria tersebut menghampirinya dan mengaku sepeda motor Yamaha Mio yang dikendarainya mengalami kerusakan.

"Saya keluar, saya tanya kenapa. Dia bilang keretanya (motor) rusak. Saya coba pegang, memang agak goyang karena ban kempes," kata Ardi saat ditemui di Kantor Wali Kota Medan, Senin (29/6).

Mengaku Kompol dan Ingin Jemput Anak

Ardi mengatakan pria tersebut mengenakan seragam polisi dengan pangkat Kompol. Pelaku kemudian meminta meminjam sepeda motor Honda Vario milik Ardi dengan alasan hendak menjemput anaknya yang sedang mengikuti les di kawasan Jalan WR Supratman, Medan.

"Sebenarnya karena seragamnya tadi menyerupai seragam aparat penegak hukum. Jadi karena pangkatnya muncul di kerah bajunya dengan pangkat Kompol, istilahnya warna pangkat itu kembang bunga warna kuning," ujar Ardi.

"Kemudian dia bilang bisa pakai sepeda motornya? Nanti saya balik ke mari, kita ngopi-ngopi katanya," lanjutnya.

Ardi mengaku semakin yakin setelah seorang tukang becak di lokasi mengatakan bahwa istri pria tersebut bekerja di Kantor Wali Kota Medan.

"Ada tukang becak tadi yang bernama Aspan menyatakan istri dari pria itu bekerja di Kantor Wali Kota Medan. Saya tanya sekali lagi sama tukang becak itu, dua kali saya tanya, 'betul istri bapak yang minjam kereta saya ini bekerja di Kantor Wali Kota Medan?', dan betul katanya," ucap Ardi.

Karena percaya, Ardi akhirnya menyerahkan kunci motor Honda Vario miliknya. Sementara pelaku meninggalkan Yamaha Mio yang dibawanya di lokasi.

"Dia memberikan kunci sepeda motor Yamaha Mio tersebut kepada saya dengan mengatakan, 'ini kereta (motor) saya, saya tinggal di sini. Nanti saya balik lagi, kita ngopi-ngopi'," kata Ardi.

Namun hingga pukul 22.00 WIB, pria tersebut tak kunjung kembali.

Yamaha Mio Ternyata Juga Motor Korban Lain

Merasa curiga, Ardi kemudian mengecek kepemilikan Yamaha Mio yang ditinggalkan pelaku melalui data Samsat.

Hasilnya, motor tersebut diketahui milik seorang petugas keamanan restoran di kawasan Polonia, Medan, bernama Indra.

Saat dihubungi, Indra mengaku juga menjadi korban pria yang sama. Bedanya, pelaku saat itu mengenakan seragam Brimob dan meminjam motornya dengan alasan hendak menemui selingkuhannya.

"Jadi modus dia di sana pun kalau menurut keterangan Indra, security yang di rumah makan Taiwan tadi, modusnya pinjam, katanya dia mau menjemput selingkuhannya," ujar Ardi.

Ardi kemudian menyerahkan Yamaha Mio tersebut ke Polsek Medan Baru.

Ia mengaku saat kejadian berada dalam kondisi sadar dan hanya berniat membantu karena percaya pelaku merupakan anggota kepolisian.

"Sebenarnya saya itu sadar, tapi memang karena jiwa saya ini mau menolong, membantu. Terus dia karena pakai seragam tadi, saya pun karena kami sama-sama patuh saya di Polisi Pamong Praja dan dia Polri. Memang saya pun itu niatnya membantu, mau jemput anak les katanya," katanya.

Ardi menduga tukang becak yang berada di lokasi ikut terlibat membantu pelaku meyakinkan dirinya.

Akibat kejadian itu, Ardi kehilangan sepeda motor Honda Vario beserta sejumlah barang yang tersimpan di dalam jok, seperti STNK, buku tabungan BRI, kartu tanda anggota Satpol PP, beberapa kartu ATM, kartu BPJS, dan uang tunai sekitar Rp 130 ribu.

Ardi yang baru dua bulan bertugas di Kantor Wali Kota Medan itu berharap pelaku segera ditangkap agar tidak kembali memakan korban.

"Saya berharap kepada pihak yang berwajib dan yang berwenang agar segera menangkap pelaku. Karena ini sudah meresahkan masyarakat di Kota Medan dan sekitarnya. Jadi harapan saya itu, agar diburu dan ditangkap supaya tidak ada lagi korban-korban berikutnya yang terjadi sama," ucapnya.

Sementara itu, Kapolsek Medan Baru Kompol Bambang Gunanti Hutabarat membenarkan pihaknya telah menerima laporan tersebut.

"Laporan kami terima, kami sedang menyelidiki apakah pelaku anggota polisi atau tidak," kata Bambang.