Motor Honda: Kenaikan Harga di Tengah Gejolak Ekonomi

Motor Honda: Kenaikan Harga di Tengah Gejolak Ekonomi

JAKARTA, KOMPAS.com – PT Astra Honda Motor (AHM) membuka peluang melakukan penyesuaian harga sepeda motor di tengah berbagai tekanan ekonomi yang masih berlangsung.

Namun, pabrikan berlogo sayap mengepak tersebut menegaskan bahwa setiap keputusan terkait kenaikan harga akan mempertimbangkan daya beli masyarakat.

Langkah ini menjadi salah satu opsi yang tengah dipertimbangkan AHM seiring meningkatnya berbagai komponen biaya produksi, mulai dari nilai tukar mata uang, harga bahan baku, hingga biaya logistik.

Honda Stylo 160 hadir di booth Honda pada ajang Jakarta Fair 2026
Honda Stylo 160 hadir di booth Honda pada ajang Jakarta Fair 2026

Direktur Marketing PT AHM Octavianus Dwi Putro mengatakan, kondisi ekonomi saat ini menjadi tantangan yang harus dihadapi seluruh pelaku industri, termasuk sektor otomotif.

“Kalau pun ada kenaikan [harga produk], kami berhitung supaya tetap memberi ruang gerak bagi konsumen dan tidak terlalu memberatkan,” ujar Octa di Cikarang, Rabu (24/6/2026).

Motor listrik Honda di booth Honda pada ajang Jakarta Fair 2026
Motor listrik Honda di booth Honda pada ajang Jakarta Fair 2026

Kenaikan Harga Belum Diputuskan

Meski membuka peluang adanya penyesuaian harga, AHM belum memastikan kapan langkah tersebut akan dilakukan. Saat ini perusahaan masih memantau perkembangan berbagai faktor yang berpengaruh terhadap struktur biaya produksi.

Penguatan nilai tukar dolar AS, perubahan harga material, serta biaya distribusi dan logistik menjadi sejumlah aspek yang terus dievaluasi perusahaan.

Menurut Octa, keputusan menaikkan harga tidak bisa dilakukan secara tergesa-gesa karena harus mempertimbangkan kondisi pasar dan kemampuan konsumen dalam membeli kendaraan baru.

Karena itu, AHM memilih melakukan pengkajian secara menyeluruh sebelum mengambil keputusan terkait harga produknya.

Honda Vario Evo 160

Penyesuaian Dilakukan per Model

Apabila nantinya penyesuaian harga memang diperlukan, AHM memastikan kebijakan tersebut tidak akan diterapkan secara serentak pada seluruh lini produk.

“Nanti kita lihat case by case, model by model. Tidak akan langsung serentak,” kata Octa.

Artinya, setiap model akan dievaluasi secara terpisah berdasarkan biaya produksi, posisi pasar, serta kondisi permintaan di masing-masing segmen.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat

Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app

Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat

Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app

Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat

Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app