Misteri Mayat Tak Utuh di Pancoran Mas Depok, Ini Sederet Faktanya

Misteri Mayat Tak Utuh di Pancoran Mas Depok, Ini Sederet Faktanya

DEPOK, KOMPAS.com - Penemuan jasad manusia dalam kondisi tidak utuh di dalam karung menggemparkan warga RT 03 RW 17, Kelurahan Pancoran Mas, Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok, Selasa (4/8/2026) sore.

Jasad tersebut ditemukan di lahan kosong yang dikenal warga sebagai Tanah Merah Depkes, Jalan Raya Kavling.

Saat ditemukan, karung berisi jasad berada di jalan setapak menuju rumah seorang warga bernama Herni, sekitar 400 meter dari jalan utama.

Kasus ini menyita perhatian karena karung berisi jasad diduga telah berada di lokasi sejak 24 Juli 2026 atau sekitar 12 hari sebelum akhirnya terungkap.

Selama itu pula, warga mengira karung tersebut hanya berisi sampah yang dibuang sembarangan.

Keberadaan jasad baru diketahui ketika seorang warga hendak membakar karung untuk menghilangkan bau busuk.

Saat karung mulai terbakar dan meleleh, bagian tubuh manusia terlihat sehingga warga langsung melaporkannya kepada perangkat kelurahan dan polisi.

Hingga kini, polisi masih menyelidiki identitas korban, penyebab kematian, dan pelaku yang diduga membuang jasad tersebut.

Berikut sederet fakta di balik penemuan mayat tak utuh yang menggegerkan warga Pancoran Mas, Depok:

1. Karung Berisi Jasad Terlihat Sejak 24 Juli

Saksi pertama, Herni Septiani, mengaku melihat sebuah karung di pinggir jalan saat pulang setelah mengantar anak sekolah pada Jumat (24/7/2026) sekitar pukul 06.55 WIB.

"Itu saya pulang antar anak sekolah, tapi untuk pas perginya saya enggak ngeh sudah ada karung itu apa belum di posisi pinggir jalan itu," jelasnya saat ditemui Kompas.com di rumahnya, Depok, Selasa malam.

Karena kawasan tersebut kerap dijadikan lokasi pembuangan sampah liar, ia mengira karung itu hanya berisi sampah basah dari hajatan atau pedagang.

"Begitu saya lihat, saya langsung foto kirim ke grup keluarga, saya bilang ada yang buang sampah nih sembarangan di pinggir jalan," sambungnya.

Selama hampir dua pekan, karung tersebut dibiarkan Herni dan keluarganya karena tidak menimbulkan kecurigaan.

2. Sempat Dikira Sampah dan Dibakar

Memasuki hari-hari berikutnya, karung mulai mengeluarkan bau menyengat. Namun, warga tetap menganggap aroma tersebut berasal dari sampah yang membusuk.