Megawati Terbitkan Instruksi Hadapi El Nino, Minta Kader PDI-P Antisipasi Krisis Air hingga Pangan

Megawati Terbitkan Instruksi Hadapi El Nino, Minta Kader PDI-P Antisipasi Krisis Air hingga Pangan

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri menerbitkan instruksi kepada seluruh kader untuk mengantisipasi dampak kemarau sekaligus fenomena El Nino yang diperkirakan berlangsung hingga 2027.

Melalui instruksi tersebut, kepala daerah dan anggota legislatif PDI-P maupun kader struktural diminta bergerak mengantisipasi potensi krisis air dan pangan akibat musim kemarau panjang.

"Dengan instruksi ini, partai menegaskan kesiapsiagaan penuh dalam mengantisipasi potensi fenomena El Nino dan ancaman musim kemarau panjang," ujar Sekretaris Jenderal (Sekjen) Hasto Kristiyanto dikutip dari siaran pers, Rabu (1/7/2026).

Menurut Hasto, instruksi tersebut adalah hasil rapat DPP PDI-P yang dipimpin Megawati di Sekolah Partai PDI-P, Jakarta Selatan.

Langkah tersebut diambil menyusul musim kemarau yang diprediksi lebih panjang dan kering karena terjadi bersamaan dengan fenomena El Nino.

Kondisi tersebut, lanjut Hasto, dapat memicu kekeringan ekstrem, menurunkan produksi pangan, hingga mendorong kenaikan inflasi pangan nasional.

"Ancaman nyata anjloknya pangan dan menyusutnya air akibat El Nino yang membentang setahun penuh inilah yang mendasari Ibu Megawati dan Partai bergerak cepat melakukan langkah mitigasi sedini mungkin melalui seluruh struktur partainya," jelas Hasto.

Oleh karena itu, DPP PDI-P menerbitkan Surat Instruksi Nomor 1110/IN/DPP//2026 agar para kader di setiap darah menjalankan delapan langkah antisipasi.

Delapan langkah tersebut di antaranya menggencarkan edukasi penghematan air, dan pembangunan sarana penyimpanan air, serta memitigasi terjadinya kekeringan, kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Selain itu, para kader juga diminta memperkuat upaya perlindungan sektor pertanian, pengawasan kecukupan pangan, dan menginisiasi gotong royong distribusi bantuan air bersih dan bahan pokok, hingga pelaporan kondisi wilayah secara berkala kepada partai.

Diberitakan sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim kemarau 2026 berlangsung lebih kering dan lebih panjang dibandingkan kondisi normal.

Puncak musim kemarau diperkirakan terjadi pada Juli hingga September 2026.

BMKG juga memperkirakan fenomena El Nino masih bertahan hingga awal 2027 dengan peluang mencapai kategori moderat hingga kuat.

Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko kekeringan, krisis air bersih, hingga kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah Indonesia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Nikmati Fitur Lengkap KARIN dengan KOMPAS.com PLUS

Dapatkan lebih banyak kuota, pahami berita lebih cepat, dan gali konteks mendalam dari artikel KOMPAS.com.